Ferry [ferry@smpk-immanuel.com]

Saat Teduh Rabu, 16 Mei 2012

Pembacaan Alkitab: Yakobus 1:19-27

Pendengar atau pelaku firman

19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;

20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

23 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.

24 Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.

25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

27 Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

JULUKAN & KELOMPOK


Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. (Yakobus 1:22)


RENUNGAN

Keadaan buruk tengah menyebar di masyarakat dan dunia dewasa ini. Dialog telah diganti dengan perdebatan yang sedikit berhubungan dengan kebenaran. Penyiar yang menyiarkan julukan yang memecah belah demi menyakiti orang lain. Kadang kita melihat kejahatan yang sama di bidang iman dan agama. Pembicaraan seperti ini mengecilkan masalah sulit menjadi slogan dan menghalangi kita untuk melihat orang lain sebagai individu yang berharga. Namun, setiap kita memiliki pilihan dan kemampuan bergerak melampaui julukan dan kelompok.


Apa yang berubah bagiku adalah bertemu orang yang berbeda dariku. Aku menemukan bahwa mereka memiliki harapan dan impian sepertiku. Studiku tentang Kitab Suci mengungkapkan bahwa semua orang berharga. Aku belajar bahwa julukan dan pengelompokan dapat dipakai untuk berbohong dan menyembunyikan kebenaran, melukai dan menyakiti, menciptakan rasa takut dan memanipulasi orang. Kata-kata yang membuat kita curiga terhadap siapa saja yang berbeda dapat membuat orang menjadi lawan dan musuh.


Dalam Ibrani 13:1-2 kita baca, “Peliharalah kasih persaudaraan! Jangan lupa kamu memberi tumpangan kepada orang….” Tiap julukan atau pengelompokan yang mengurangi nilai orang lain juga mengurangi kita. Sebagai orang percaya di dalam Kristus, kita dipanggil menghormati tiap individu sebagai orang berharga – tidak kurang dari itu.


Doa: Ya Allah, tolong kami mengasihi dan menghormati satu sama lain sebagai anak-anak-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

Doa syafaat: Lawan politik.

Pokok pikiran: Julukan apa yang membatasiku menghormati orang lain sebagai anak-anak Allah yang dikasihi-Nya?

Dikutip dari:

Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia

Rabu, 16 Mei 2012

 

 

 

 

 

 

 

Saat Teduh S elasa, 15 Mei 2012

Pembacaan Alkitab: Roma 7:5-25

5 Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut.

6 Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.

7 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"

8 Tetapi dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan; sebab tanpa hukum Taurat dosa mati.

9 Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup,

10 sebaliknya aku mati. Dan perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian.

11 Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia membunuh aku.

12 Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.

13 Jika demikian, adakah yang baik itu menjadi kematian bagiku? Sekali-kali tidak! Tetapi supaya nyata, bahwa ia adalah dosa, maka dosa mempergunakan yang baik untuk mendatangkan kematian bagiku, supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa.

14 Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa.

15 Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.

16 Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik.

17 Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku.

18 Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.

19 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.

20 Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.

21 Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.

22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah,

23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.

24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?

25 Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

“TANGAN TERULUR


Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku (Mazmur 40:3)


RENUNGAN

Saat sembilan tahun, aku berlarian di halaman belakang rumah nenek, jatuh ke dalam lubang sampah terbuka yang penuh air hujan, entah bagaimana aku berhasil mengulurkan tangan ke atas. Seseorang yang menyaksikan kejadian itu meraih uluran tanganku dan menyelamatkanku. Begitu aku keluar dari lubang, berlumuran sampah busuk, orang memandikanku, lalu memberikan perawatan medis.


Kejadian ini mengingatkanku pada kondisi manusia. Tiap hari jatuh ke dalam lubang dosa, dan tiap hari juga kita tahu bahwa tangan Kristus bersedia menyelamatkan kita. Kristus menunggu kita mengulurkan tangan sehingga Dia bisa menyelamatkan, dan membasuh dosa-dosa kita.


Dalam Injil ada kisah tentang Petrus yang berjalan di atas air. Saat mulai tenggelam, Petrus berteriak “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya dan menyelamatkan Petrus. Aku pernah terjerumus ke dalam kematian rohani, lubang yang dalam dan kotor. Lalu, Kristus menyelamatkanku. Dengan kekuatan sendiri, aku tidak bisa membebaskan diri dari situasiku yang gelap dan fatal, tetapi dalam iman, aku mengulurkan tangan untuk meraih tangan Penebus.

Doa: Terima kasih, Tuhan, untuk meraih kami dan menyelamatkan kami dari dosa dan konsekuensinya. Amin.

Doa syafaat: Orang Kristen baru.

Pokok pikiran: Dosa bagaikan sampah busuk yang menempel pada kita, namun Allah selalu siap membersihkan kita dan mengaruniakan hidup baru.

Dikutip dari:

Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia

Selasa, 15 Mei 2012

 

 

 

 

 

 

 

Saat Teduh Senin, 14 Mei 2012

Pembacaan Alkitab: Mazmur 103:7-18

7 Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.

8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

9 Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.

10 Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,

11 tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;

12 sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.

13 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

14 Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.

15 Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga;

16 apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.

17 Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu,

18 bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya.


DIAMPUNI & BERSIH


Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. (Mazmur 103:12)

RENUNGAN

Motto sebuah binatu 24 jam berbunyi, “Pembersih yang lumayan”. Motto yang tak biasa ini menarik perhatianku tiap kali melihatnya. Apa perbedaan antara lumayan dan luar biasa, lumayan dan sangat baik, serta lumayan serta istimewa? Mengapa aku ingin pakaianku dicuci dengan “lumayan”?  Mengapa pakaianku tidak dicuci sangat bersih atau luar biasa bersih? Siapa yang puas dengan hanya lumayan? Ataukah aku meminta terlalu banyak jika menginginkan mutu yang baik?


Secara rohani, tingkat kebersihan seperti apaah yang dapat Allah capai? Mazmur 51:9 mengatakan, “Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!” Aku berpikir tentang “lebih putih dari salju” sebagai sangat putih, bersih dari atas ke bawah. Untuk pakaian, itu berarti bersih luar-dalam, saku dan manset, lapisan tersembunyi dan kerah. Alkitab mengatakan bahwa tiap dosa dapat diampuni, tiap noda di hati dapat dihapus, demi menghilangkan noda bersalah pada jiwa kita.


Upaya kita sendiri untuk menghilangkan perasaan malu atau menutupi dosa kita tidak bisa berhasil. Namun, Allah menawarkan pengampunan yang luar biasa, sangat baik, dan menyeluruh. Aku perlu dibersihkan dari rasa bersalah dan dibebaskan dari kuasa dosa, dan hanya Allah yang bisa melakukan itu. Masing-masing dari kita dapat mengakui kegagalan kita kepada Allah dalam doa dan dibersihkan serta diampuni.


Doa: Allah Pengasih, saat kami mencoba dan gagal untuk hidup tanpa dosa, ingatkan kami bahwa Engkau dapat dan benar-benar akan mengampuni semua dosa kami. Amin.

Doa syafaat: Mereka yang bekerja dengan bahan kimia beracun.

Pokok pikiran: Hanya Allah yang bisa membasuh noda dosa.

Dikutip dari:

Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia

Senin, 14 Mei 2012

 

Saat Teduh Jum’at, 11 Mei 2012

Pembacaan Alkitab: 2 Korintus 2:14-17

14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.

15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.

16 Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?

17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.



DATANG & AMBILLAH

Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. (2 Korintus 2:14)

RENUNGAN

Kami suka memanggang makanan kami di halaman. Kami bereksperimen dengan berbagai cara memasak: langsung di atas api, terkadang mengoles daging dengan saus teriyaki yang manis, kadang membumbui dengan ramuan, dan kadang-kadang pula mengasapi perlahan memakai api. Terlepas dari cara yang dipakai, kami segera mulai mencium asap dan aroma di halaman bekakang kami. Saat tamu kami tiba, mereka berseru, “Bau harum apa ini? Apakah itu makanan malam kita? Kami bisa mencium baunya begitu kami sampai di rumah anda.” Harumnya sangat jelas! Dan kami sangat senang saat mereka menanyakannya setelah makan malam, “Bisakah kami memiliki resepnya? Kami ingin membuat untuk diri kami sendiri.”


Seperti tamu-tamu kami, ditarik oleh aroma barbekiu, orang tertarik kepada Allah oleh pesan kasih. Tindakan kita dimaksudkan untuk menyebarkan kabar baik tentang kasih ini di mana-mana.

Doa: Allah terkasih, beri kami pengetahuan, kebijaksanaan, dan keberanian untuk menjadi tangan dan kaki-Mu di bumi saat kami menyebarkan kabar baik tentang kasih-Mu untuk setiap kami. Amin.

Doa syafaat: Para penginjil.

Pokok pikiran: Apa yang sesamaku ketahui tentang kasih Tuhan melalui diriku?

Dikutip dari:

Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia

Jum’at; 11 Mei 2012

 

 

 

 

 

Saat Teduh Kamis, 10 Mei 2012

Pembacaan Alkitab: Lukas 17:11-19

Kesepuluh orang kusta

11 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.

12 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh

13 dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!"

14 Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.

15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,

16 lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.

17 Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?

18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?"

19 Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."

TERIMA KASIH


Lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.(Lukas 17:16)

RENUNGAN

Suatu malam aku membawa ibuku ke ruang gawat darurat karena menderita sakit kepala parah dan tekanan darah yang sangat tinggi. Seorang dokter memeriksanya, melihat catatan medisnya, dan memberi resep untuk menurunkan tekanan darahnya. Setelah perawat memberikan obat, kondisi ibu membaik. Saat dokter kembali untuk memeriksa dan memulangkannya, ibuku berkata, “Aku berterima kasih kepadamu karena telah membantuku malam ini.”


Dokter itu menjawab, “Ini untuk pertama kalinya ada yang berterima kasih, dan aku menghargai itu. Kebanyakan orang mengatakan, ‘Kapan aku bisa keluar dari sini?’”


Kejadian itu mengingatkanku pada kisah sepuluh orang kusta. Yesus menyuruh mereka untuk menunjukkan diri kepada para imam dan mereka akan sembuh. Semua disembuhkan, tetapi hanya satu yang kembali untuk berterima kasih kepada Yesus dan memuliakan Allah.


Sering, kita menyepelekan berkat kita. Kita terlalu sibuk atau tidak peduli untuk berterima kasih kepada Allah atau kepada orang lain atas semua yang mereka lakukan untuk kita. Mazmur 92:2 mengatakan “Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi”. Aku berterima kasih atas teladan yang ibu berikan. Aku ingin seperti ibu dan kesepuluh orang kusta yang benar-benar bersyukur dan meluangkan waktu untuk berterima kasih kepada Yesus karena telah menyembuhkan.

Doa: Terima kasih, Allah, karena selalu menjaga kami dan memberi kami semua yang baik dalam hidup kami. Amin.

[baca Yakobus 7:17 -  Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.].

Doa syafaat: Staf ruang Unit Gawat Darurat.

Pokok pikiran: Luangkan waktu tiap hari untuk berterima kasih kepada Allah dan kepada orang yang membantu anda.

Dikutip dari:

Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia

Kamis, 10 Mei 2012

 

 

 

 


 

Saat Teduh Rabu, 9 Mei 2012

Pembacaan Alkitab: Mazmur 8

Manusia hina sebagai makhluk mulia

1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud.

2 Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.

3 Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.

4 Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:

5 apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

6 Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

7 Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:

8 kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;

9 burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.

10 Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

MANUSIA SEUTUHNYA


Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1 Samuel 16:7)

RENUNGAN

Saat masih remaja, aku mulai jatuh cinta, tetapi aku khawatir, Apakah seorang pria mau menerima orang cacat sepertiku? Aku terus berdoa dan berharap untuk seseorang yang akan mencintaiku apa adanya, bahkan saat aku melewati usia 30 dan 40 tahun tanpa pernah ada tanda-tanda seorang pria akan menerima diriku. Keinginanku untuk menemukan seorang pangeran baik hati yang mempesona hanyalah mimpi.


Aku takut hidup sendiri seumur hidupku. Aku bertanya-tanya, Apakah Allah tidak ingin aku menikah sedangkan keinginan dalam diriku masih membara? Aku sudah mencoba untuk bersosialisasi dan menjadi percaya diri, berpikir bahwa aku sama seperti orang lain. Akhirnya, aku memahami dan menerima bahwa manusia melihat dan menilai orang lain dari penampilan dan sering tidak melihat orang seutuhnya.


Di mata manusia aku mungkin tidak berarti, namun Allah telah menciptakanku berharga dan unik. Aku berharga di mata Allah [bacaYesaya 43:4 - Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.]. Dengan menyadari hal ini, aku melakukan kegiatan harianku dengan sukacita dan memiliki iman terhadap janji Allah bahwa segala sesuatu indah pada waktunya [baca Pengkhotbah 3:11 - Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.]. Kini aku yakin bahwa walaupun nantinya aku akan menikah atau tidak, aku akan selalu melayani dan memuliakan Allah dalam segala hal yang kulakukan.

Doa: Walaupun bagi mata manusia kami mungkin kurang berharga, kami tahu, Tuhan, bahwa di mata-Mu kami berharga. Terima kasih karena Engkau telah menciptakan dan memberkati kami. Amin.

Doa syafaat: Mereka yang membutuhkan khusus.

Pokok pikiran: Apa pun kondisi kita, Allah mengasihi kita.

Dikutip dari:

Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia

Rabu, 9 Mei 2012

 

 

 

 

Saat Teduh Senin, 7 Mei 2012

Pembacaan Alkitab: Mazmur 146:5-10

5 Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya:

6 Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya,

7 yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung,

8 TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar.

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

10 TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! Haleluya!

“HARAPAN YANG TERTUNDA?”


Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan. (Amsal 13:12)


RENUNGAN

Hatiku seharusnya dipenuhi antisipasi, tetapi aku telah diliputi kecemasan saat duduk menunggu USG. Ketakutan memenuhiku selama kehamilan kedua ini. Baru sembilan bulan sebelumnya, USG menunjukkan bahwa jantung janin berusia 13 bulan pada kehamilan pertamaku tidak berdetak.


Suamiku dan aku orang Kristen, tetapi kehilangan yang kami alami sebelumnya memperkuat kebenaran bahwa iman tidak menjamin hasil yang sesuai keinginan. Kami belum mampu membeli keperluan bayi, mendiskusikan nama, atau bahkan memberi tahu orang bahwa aku mengandung. Saat USG kali ini menunjukkan detak jantung janin yang kuat, kami seharusnya lega. Sebaliknya entah bagaimana ini membuat kami lebih banyak kehilangan. Akhirnya, aku melahirkan bayi laki-laki sehat, tetapi aku kehilangan masa-masa sukacita saat kehamilan dan kedamaian yang hanya dapat disediakan Allah.


Masalah harapan yang tertunda sampai situasi stabil adalah situasi yang tak akan pernah stabil. Harapan terhadap hal lain kecuali Allah membuat pengharapan kita tergantung pada keadaan. Namun, menggantungkan harapan kita kepada Allah berarti kita menemukan sukacita bahkan dalam situasi yang seharusnya tanpa sukacita.

Doa: Bapa Surgawi, ajar kami berharap terlepas apa pun situasi kami. Kiranya harapan kami bisa menyebar, dan semoga kami selalu diingatkan bahwa harapan yang sejati kami hanya ditemukan di dalam Engkau. Amin.

Doa syafaat: Keluarga yang menghadapi masalah kehamilan.

Pokok pikiran: Harapan Kristen didasarkan pada Allah, tidak pada keadaan atau emosi.

Dikutip dari:

Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia

Senin, 7 Mei 2012

 

 

 

Saat Teduh Selasa, 8 Mei 2012

Pembacaan Alkitab: Roma 8:15-31

15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.


Pengharapan anak-anak Allah

18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.

20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya,

21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.

23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?

25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.


Keyakinan iman

31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

PERSPEKTIF

Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. (Roma 8:18)

RENUNGAN

Keriput di wajah kakek buyutku makin tampak saat ia terkekeh. Matanya yang biru membersitkan rasa humor seorang bocah yang nakal. Hidup hampir 100 tahun, melalui tragedi pribadi dan bencana bersejarah, telah membentuk perspektif kakek buyutku.


Ia mendengarkan curahan rasa frustrasiku sambil sesekali mengangguk. Respons kakek buyutku mencerminkan kelembutan yang datang sejalan dengan usia, “Ya….” menandakan tiba gilirannya untuk berbicara. Ia berhenti untuk menyelesaikan pikirannya sebelum menuangkannya dalam kata-kata. Kekhawatiranku saat itu akan cepat berlalu, katanya meyakinkanku. Ia tidak meremehkan kekhawatiranku, ia hanya memiliki perspektif yang berbeda. Kebijaksanaan dan ketenangan pikirannya muncul karena selalu mendapati bahwa Allah itu setia.


Perspektif Pencipta kita muncul lebih jauh dari kakek buyutku itu. Tidak mulai pada 1913; pesspektif Allah selalu ada; hal itu kekal. Dia tidak meremehkan pergumulan kita, tetapi melihatnya dalam terang kekekalan. Allah tidak mengurangi rasi sakit kita, tetapi melihat dalam terang kemuliaan kekal. Saat kita tidak dapat mengerti mengapa Allah tidak berkerja seperti yang kita minta, Alkitab mendorong kita untuk percaya.

Doa: Terima kasih Bapa, karena Engkau tidak dibatasi oleh perpektif manusia. Ingatkan kami atas kebijaksanaan dan kasih-Mu, dan perdalam kepercayaan kami terhadap-Mu. Amin.

Doa syafaat: Para pembimbing rohani kita.

Pokok pikiran: Saat kita percaya perpektif Allah, kita dapat mengalami damai-Nya.

Dikutip dari:

Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia

Selasa, 8 Mei 2012

 

 

 

 

Saat Teduh Sabtu, 5 Mei 2012

Pembacaan Alkitab: Matius 6:25-34

Hal kekuatiran

25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,

29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

MEMBERI MAKAN BURUNG


Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)

RENUNGAN

Tiap pagi, bagaimana pun cuacanya di luar, berbagai jenis burung datang dan menunggu kami membuang remah roti ke halaman. Segala macam burung datang – pipit kecil biasa; Lourie abu-abu yang angkuh (Corythaixoides concolor), barbett berjambal warna-warni (Trachyphonos vaillant); dan tentu saja banyak merpati serta burung dara. Burung-burung ini tahu kami akan memberi mereka makanan, dan segera mereka hinggap serta menikmatinya.


Pencipta kita lebih bermurah hati daripada kita. Yesus memberi tahu kita agar tidak khawatir akan makanan dan pakaian; Allah akan memberi kita makan, dan pakaian lebih indah dari bunga bakung di padang.


Selama masa yang agak sulit beberapa waktu lalu, aku sangat khawatir bagaimana kami akan mengatasi masalah financial – sampai aku membaca bagian Matius 6 lebih mendalam. Benar, aku memiliki iman yang lemah! Beberapa kali aku membutuhkan Allah untuk mengingatkanku bahwa apa yang kita butuhkan akan diberikan? Melalui iman, doa, dan berkembangnya kepercayaan, aku berpaling kepada Allah dan berfokus pada apa yang penting – untuk taat dan melakukan kehendak Allah. Beban dan rasa takutku terangkat, dan Allah menyediakan bagi kami dengan berlimpah.

Doa: Tuhan yang berbelas kasih, tolong kami melihat tangan-Mu bekerja dalam hidup kami. Ajar kami mempercayai kasih-Mu dan penyertaan-Mu dari hari ke hari. Dalam nama Yesus, kami berdoa. Amin.

Doa syafaat: Mereka yang lapar.

Pokok pikiran: Bagaimana Allah menyediakan bagi kita secara fisik. rohani, dan emosional.

Dikutip dari:

Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia

Sabtu, 5 Mei 2013

 

 

 

 

 

Saat Teduh Jum’at, 4 Mei 2012

Pembacaan Alkitab: 1 Yohanes 4:7-16

Allah adalah kasih

7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.

8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.

10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

12 Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.

13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.

14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.

15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.

16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

“SURAT CINTA

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)


RENUNGAN

Suamiku meninggal sembilan tahun lalu. Baru-baru ini, aku menemukan surat yang ditulisnya untukku saat kami pacaran hampir 60 tahun yang lalu. Saat melihat tulisan tangannya yang sulit dibaca dan sangat kukenal, aku tersenyum, mengingat kegembiraan yang kurasakan saat surat itu tiba. Saat membaca surat itu, aku merasakan kembali sukacitaku mengetahui ia mencintaiku. Melalui tahun-tahun pernikahan kami, ia menunjukkan cintanya melalui banyak cara. Aku bersyukur kepada Allah karena menganugerahkanku cinta seorang pria yang baik.


Alkitab berisi surat cinta Allah – bukan surat cinta romantis, tentu saja, melainkan kasih yang mendalam, kuat dan mantap. Dalam Kitab Suci, kita membaca tentang kasih dan rakhmat Allah, pertama bagi orang Ibrani, yang menyediakan kebutuhan fisik dan perkembangan rohani. Kasih Allah yang terbesar datang melalui Yesus Kristus. Melalui kehidupan, ajaran, kematian, dan kebangkitan Yesus, kasih Allah nyata dan kita kasihi dengan mendalam. Kita dipenuhi sukucita saat memuji Allah dan bersyukur atas kasih abadinya.


Surat suamiku kembali masuk kotak untuk disimpan. Namun, Alkitabku selalu di dekatku sehingga saat membacanya tiap hari, aku menerima jaminan kasih Allah.


Doa:

Terima kasih Tuhan, untuk surat cinta-Mu di dalam Alkitab, dan atas kemurahan kasih-Mu yang ditunjukkan dalam Yesus, Juruselamat kami. Amin.

Doa syafaat:

Para janda dan duda.

Pokok pikiran:

Carilah cara-cara yang Allah pakai demi menunjukkan kasih kepada anda dan temukan cara untuk menunjukkan kasih-Nya kepada orang yang di dekat anda.

Dikutip dari:

Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia

Jum’at, 4 Mei 2012

 

 

Saat Teduh Senin, 30 April 2012

Pembacaan Alkitab: Yohanes 14:1-7

Rumah Bapa

1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."

5 Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"

6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."

“PETA MENUJU YESUS


Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.  (2 Korintus 5:20)


RENUNGAN

Aku bekerja di daerah pedesaan Tennessee. Tanggung jawab pekerjaanku banyak, tetapi yang paling menarik adalah membuat peta. Peta-peta yang kuhasilkan bervariasi dari yang sederhana hingga rumit.


Namun, unsur apa pun yang aku masukkan ke dalam peta, tanpa data yang akurat, itu semua pada dasarnya, tak berguna. Tanpa label yang tepat, orientasi, dan skala, peta Pegunungan Smokey mungkin akan terlihat seperti peta Pegunungan Swiss. Dan tanpa legenda yang tepat dan referensi tanda, peta jalur bersepeda malah dapat mengcaukan arah pengguna tersebut ke tengah sungai.


Hal serupa terjadi dalam kehidupan kita. Kita seperti peta hidup yang memimpin orang lain kepada Kristus. Untuk itu, peta kita harus mencakup cinta, kebaikan, kelembutan, dan kemurahan hati. Itu semua harus diorientasikan sedemikian rupa sehingga bisa mengarahkan para penggunanya ke surga; dan tidak kearah dunia. Dan peta itu harus bisa dinikmati oleh semua anak Allah, bukan hanya beberapa kelompok pilihan yang dengannya kita merasa paling nyaman.


Aku ingin mengizinkan Tuhan membentuk hidupku sehingga itu bisa memandu orang lain kepada Kristus.


Doa: Tuhan, tolonglah kami agar kami bisa menjadi peta yang mengarahkan orang lain kepada-Mu. Amin.

Doa syafaat: Para pembuat peta.

Pokok pikiran: Mungkin kita adalah satu-satunya peta kepada Kristus yang bisa dilihat beberapa orang.

Dikutip dari:

Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia

Senin, 30 April 2012

 

 

 

Saat Teduh Jum’at, 27 April 2012

Pembacaan Alkitab: Kolose 1:1-14

Salam

1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh kehendak Allah, dan Timotius saudara kita,

2 kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu.

Ucapan syukur dan doa

3 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu,

4 karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,

5 oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil,

6 yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya.

7 Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia.

8 Dialah juga yang telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh.

9 Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,

10 sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,

11 dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,

12 dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.

13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;

14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

RASA MANIS


Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)

RENUNGAN

Sebagian kami yang baru saja berpartisipasi dalam perayaan Shavu'ot (Hari Raya Tujuh Minggu) di sinagoge mesianis diundang untuk tetap tinggal dan makan sesudahnya. Wanita ramah di sampingku menjelaskan, “Kami merayakan Shavu’ot tujuh minggu setelah Paskah dengan makan makanan dari olahan susu karena mengingatkan kami bahwa “susu” firman Allah telah memelihara kami.” Shavu’ot adalah perayaan tahunan buah sulung yang dipersembahkan kepada Allah.


Saat aku menggigit makanan penutup, rasa manis dari krim keju memenuhi mulutku. Hatiku dihangatkan secara lembut saat kami berbicara tentang Yesus memberikan hidup-Nya di kayu salib. Anak domba yang tidak bercela, mati demi keselamatanku. Dia membayar harga yang tidak bisa aku bayar.


Sekali lagi, aku menikmati kue keju perayaan. Aku berpikir tentang rasa manis yang Yesus bawa kepada Allah ketika Dia rela menjadi Jalan bagi kita. Dan saat kita menyerahkan diri dalam pekerjaan Roh Kudus yang membentuk kita menjadi gambar Kristus, kita juga bisa menjadi rasa yang manis bagi Allah.

Doa: Bapa di surga, ubahlah kami hari demi hari untuk menjadi seperti Kristus. Amin.

Doa syafaat: Mereka yang tidak mengikut Kristus.

Pokok pikiran: Mengizinkan Kristus untuk hidup di dalam kita adalah permohonan sehari-hari kepada Allah.

Dikutip dari:

Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia

Jum’at, 27 April 2012

 

 

 

Saat Teduh Kamis, 26 April 2012

Pembacaan Alkitab: Yohanes 14:15-27

Yesus menjanjikan Penghibur

15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup.

20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."

22 Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?"

23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

25 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;

26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

KEKUATAN KITA


Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yohanes 14:27)

RENUNGAN

Saat menjelang remaja, aku harus menjalani operasi kecil. Malam sebelum operasi, aku takut dan tidak bisa tidur. Ketika ayahku mengunjungiku di rumah sakit keesokan harinya, aku mulai menangis. Namun ia menghiburku, memberiku sebuah Alkitab, dan meminta untuk membaca Yohanes pasal 14.


Yesus mengucapkan kata-kata ini kepada murid-murid pada malam saat mengalami pencobaan dan penganiayaan, mereka teringat kata-kata yang menenangkan itu dan kemudian berani serta kuat dalam iman mereka [baca Kisah Para Rasul 4:13-22].


Saat aku membacanya, kedamaian memenuhi hatiku, rasa takutku hilang. Aku menyadari bahwa Allah bersamaku. Aku bisa mepercayakan operasi ini ke dalam tangan-Nya, dan percaya diri aku masuk ke ruang operasi. Proses berjalan dengan baik, dan aku pulih sepenuhnya, sampai hari ini, Yohanes 14 adalah favoritku. Dalam setiap situasi hidup yang sulit, aku menemukan kedamaian dan kekuatan dalam kata-kata Yesus.

Doa: Terima kasih, Tuhan, untuk menjanjikan kami damai-Mu. Kiranya itu member kami keberanian dalam setiap pencobaan dan iman untuk hidup percaya diri ketika kami berdoa, “Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.” Amin.

Doa syafaat: Mereka yang menjalani operasi.

Pokok pikiran: Alkitab memberikan kita kekuatan dalam tiap situasi.

Dikutip dari:

Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia

Kamis, 26 April 2012

Saat Teduh Rabu, 25 April 2012

Pembacaan Alkitab: Markus 12:28-34

Hukum yang terutama

28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"

29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."

32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.

33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."

34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.


“KASIH KE DALAM & KE LUAR


Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN. (Imamat 19:18)

RENUNGAN

Kutipan di atas yang diulang dalam Matius, Markus, Lukas, Roma, Galatia dan Yakobus menunjukkan betapa pentingnya ayat ini. Namun, kita sering tidak memahaminya bahwa tanpa cinta, diri kita tidak bisa mengasihi sesama. Aku menyadari saat ini aku mulai membenci melakukan sesuatu bagi para kerabat yang berusia lanjut. Aku mulai merasa tidak mempunyai waktu untuk diriku sendiri. Aku lelah dan marah. Aku harus menemukan apa artinya mencintai diriku. Bagiku, itu merupakan sejumlah tindakan sederhana penuh kasih merawat diriku sendiri sehingga aku bisa merawat orang lain. Aku harus belajar untuk mengatakan tidak tanpa merasa bersalah ketika intuisiku mengatakannya. Ketika hidup begitu sibuk, aku mengingatkan diriku untuk makan makanan yang seimbang, beristirahat, tertawa dan berolah raga; menyedihkan waktu untuk pembaruan diri – berjalan, berolah raga, membaca, atau bercakap-cakap dengan seorang teman dekat.


Cara-cara sederhana tentang mempedulikan diriku sendiri menjadi cara yang penting untuk memperbaharui semangatku terhadap kehidupan. Ketika aku melakukannya, hidupku seperti gudang spiritualitas yang penuh, aku memiliki sumber daya untuk merawat orang lain.

Doa: Tuhan, tolong kami merawat tubuh dan roh kami dengan penuh kasih, sehingga kami dapat menujukkan kasih sayang kepada mereka yang Engkau kirimkan kepada kami. Amin.

Doa syafaat: Pemberi perhatian yang kelelahan.

Pokok pikiran: Dasar dan mengasihi adalah mengsasihi Allah dan diri sendiri.

Dikutip dari:

Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia

Rabu, 25 April 2012

Saat Teduh Selasa, 24 April 2012
Pembacaan Alkitab: Yesaya 40:1-5 dan Matius 3:1-3
Berita kelepasan
Yesaya 40:1 Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu,
2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya.
3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;
5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."

Yohanes Pembaptis
Matius 3:1 Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan:
2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."

“JALAN TOL BAGI ALLAH

Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! (Yesaya 40:3)

RENUNGAN
Saat jalan pegunungan penghubung desa dan kota sedang mengalami rekonstruksi besar, setiap pengendara sepeda motor mengalami ketidak-nyamanan, debu, dan kebisingan terus-menerus. Arus lalu lintas lambat. Emosi meningkat dan tenggang waktu tidak bisa dilaksanakan. Namun sekarang, setahun kemudian, kami bisa ngebut di jalan tol di atas gunung yang indah.

Pulang bekerja, saat aku menyetir di rute itu, aku menjadi sadar akan suara lembut Tuhan yang mengatakan bahwa pengalaman ini memberikan pelajaran yang berharga. Ya, kami baru-baru ini mengalami frustrasi dan terganggu oleh perbaikan jalan yang berkepanjangan. Sepertinya tidak ada yang terjadi, kecuali dentuman dan kekacauan. Namun, rekonstruksi jalan itu mengingatkanku bahwa Allah sedang mempersiapkan kita untuk menjadi jalan raya bagi kedatangan-Nya.

Alkitab memberikan kita suatu contoh untuk hal ini dalam diri Yohanes Pembaptis. Undangan Yohanes adalah untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias. Pesannya sangat mengganggu tetapi penuh harapan. Jadi kita dapat menghayati, meskipun gangguan dan kekacauan tampak dalam kehidupan kita, Tuhan sedang bekerja. Kristus merekonstruksi kehidupan kita sehingga kita menjadi jalan raya bagi kedatangan-Nya ke dalam kehidupan orang lain.
Doa: Allah Penciptaku, jadikan aku sebagai alat yang berguna bagi Roh-Mu untuk menggerakkan kehidupan orang lain. Amin.
Doa syafaat: Mereka yang mengalami pergolakan.
Pokok pikiran: Allah ada di dalam usaha rekonstruksi.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Selasa, 24 April 2012
   

 

JUARA 2 OLYMPIADE IPA BIOLOGI SE-BATAM


Patut dibanggakan karena membuka Wahana tahun Baru 2012 ,salah satu siswa terbaik SMP Kristen immanuel Batam mendapat Predikat Juara 2 Olympiade Biologi Tingkat Kota Batam baru-baru ini. Prestasi tersebut diraih oleh siswa Kelas  IX – 1 Leony Saondang Panjaitan.


Semoga Prestasi yang lain akan semakin muncul pada tahun ini.

 

Saat Teduh Rabu, 11 April 2012

Pembacaan Alkitab: Lukas 7:36-50

Yesus diurapi oleh perempuan berdosa

36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.

37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.

38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

39 Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”

40 Lalu Yesus berkata kepadanya: “Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.” Sahut Simon: “Katakanlah, Guru.”
41 “Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.
42 Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?”
43 Jawab Simon: “Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” Kata Yesus kepadanya: “Betul pendapatmu itu.”
44 Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.
45 Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.
46 Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.
47 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”
48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.”
49 Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?”
50 Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”

“DI BAWAH PERMUKAAN”


Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”  (Lukas 7:39)
RENUNGAN
Baru-baru ini saat kami menyusuri jalan yang kami kenal menuju rumahku, aku mengambil waktu untuk melihat halaman depan rumah-rumah yang kami lewati dan memperhatikan apa yang ada di situ. Aku terkejut melihat kebun mawar dan gazebo yang tidak aku lihat sebelumnya, sebagaimana garasi, toko, dan bahkan tumpukan sampah yang tidak jelas.
Merefleksikan hal itu, aku menyadari bahwa biasanya aku melihat sesuatu hanya pada permukaan saja, baik itu tempat maupun orang. Aku hanya menilai dari apa jang tampak di luar, dan sering tidak meluangkan waktu untuk melihat apa yang ada di baliknya.
Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Yesus melihat lebih dari sekadar apa yang tampak di luar. Dia menyadari “bunga-bunga” yang dianggap jelek dalam kehidupan ini dan “tumpukan sampah” yang tersembunyi dalam kehidupan justru adalah yang perlu dicontoh oleh dunia.
Terlalu sering kita tidak melihat apa yang ada di “halaman belakang” orang lain. Ketika kita berusaha untuk melihat secara dekat orang yang kita temui, kita dapat bertumbuh untuk mengasihi seperti yang Yesus lakukan.

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk melihat kedalaman yang tersembunyi dan keberhargaan orang lain yang kami jumpa tiap hari. Amin.

Pokok pikiran: Yesus menghargai setiap orang yang Dia jumpai; begitu juga aku.

Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Rabu, 11 April 2012

 

 

 

 

 

 


Saat Teduh Selasa, 10 April 2012

Pembacaan Alkitab: Yohanes 2:1-11

Perkawinan di Kana

1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;

2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."
4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.”
5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh.
8 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka pun membawanya.
9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu -- dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya -- ia memanggil mempelai laki-laki,
10 dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."
11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.
“DAPAT ANGGUR?”

Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya. (Yohanes 2:11)
RENUNGAN
Kita mungkin mengharapkan Anak Allah memulai pelayanan publik-Nya dengan mujizat yang spektakuler; membangkitkan orang mati, menyembuhkan orang kusta, menggandakan roti dan ikan, mengusir roh jahat, menenangkan badai yang mengamuk, atau berjalan di atas air. Nanum, Yesus memulai pelayanan mujizat-Nya dengan menyelamatkan sebuah pesta. Para tamu di perjamuan pernikahan itu telah menghabiskan semua anggur.

Jadi, Yesus membuat lebih banyak lagi. Mengubah air menjadi anggur tidak membawa orang kembali dari kematian atau membebaskan seseorang dari penyakit yang mengancam jiwanya. Ini terjadi, bagaimanapun, untuk mengungkapkan keberadaan Allah yang tidak hanya tertarik dengan dimensi spiritual kehidupan kita atau masalah yang mengancam kita.

Tuhan bekerja dalam hal-hal yang biasa, dalam hidup keseharian. Sebuah hubungan dengan Allah yang hanya tertarik pada isu-isu besar kehidupan akan tidak lebih pribadi daripada hubungan kita dengan operator darurat di telepon. Namun Allah kita yang tak terbatas, Mahakuasa memilih untuk berhubungan dengan kita pada tingkat yang intim, bukan dari atas Gunung Sinai, melainkan di dalam rumah kita.
Doa: Tuhan Yesus terkasih, kiranya kami menyadari keajaiban-keajaiban kecil dalam hidup kimi. Amin.
Doa syafaat: Suatu hubungan yang lebih pribadi bersama Kritus.
Pokok pikiran: Allah kita yang besar sering kali bekerja lewat cara-cara yang kecil.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Sesilas, 10 April 2012

 

 

 

 

 

 


Saat Teduh S enin, 9 April 2012
Pembacaan Alkitab: Amos 7:12-15
12 Lalu berkatalah Amazia kepada Amos: "Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah makananmu di sana dan bernubuatlah di sana!
13 Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja, inilah bait suci kerajaan."
14 Jawab Amos kepada Amazia: "Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan.
15 Tetapi TUHAN mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan TUHAN berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel.
BUKAN AKU

Jawab Amos kepada Amazia: "Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan.” (Amos 7:14)
RENUNGAN
Terkadang, sebuah ayat Kitab Suci tampak seperti humor bagiku. Amos 7:14 [Jawab Amos kepada Amazia: "Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan.”] adalah contoh yang pertama kali kubaca. Dalam bagian itu, Allah meminta Amos untuk melakukan sesuatu yang baru – sesuatu yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Amos memberi tahu Amazia bahwa ia bukan seorang nabi maupun putra nabi. Ia tidak lebih dari seorang gembala atau pemungut buah ara hutan.

Aku pikir komentar Amos agak lucu, mungkin karena sikapku sering kali mirip dengannya. Beberapa kali ketika aku telah merasakan Allah memintaku untuk melakukan sesuatu, apakah itu untuk pergi melakukan pekerjaan misi, menulis renungan, atau mengajar kelas Sekolah Minggu, bukankan aku mengatakan kepada Allah bahwa aku tidak cocok untuk tugas itu? Beberapa kali aku sudah menjawab, “Tapi Tuhan, aku bukan seorang guru, atau puteri seorang guru….. aku hanya seorang ibu rumah tangga dan petani sayuran!”

Namun, kita bisa percaya bahwa sama seperti Allah membuat Amos menjadi seorang nabi, Dia akan memperlengkapi kita untuk melakukan apa pun yang diminta-Nya untuk kita lakukan. Tuhan meminta kita untuk mengambil resiko melakukan lebih dari sekadar merawat ternak kita, pohon-pohon ara, dan tanaman sayur-sayuran.
Doa:
Ya Allah, berilah kami keinginan hati untuk melukakan pekerjaan-Mu. Amin.
Doa syafaat:
Para guru Sekolah Minggu.
Pokok pikiran:
Bersama Allah, kita jauh lebih daripada yang kita pikirkan.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Senin, 9 April 2012

Saat Teduh Rabu, 4 April 2012
Pembacaan Alkitab: Galatia 4:13-26
13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.
14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!"
15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.

Hidup menurut daging atau Roh
16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.
19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

“BUAH ROH
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. (Galatia 5:22-23)

RENUNGAN
Suatu hari dalam perjalanan ke kantor, aku melihat sopir yang tampaknya tidak sabaran. Ia mengendarai mobilnya sembarangan dari jalur satu ke jalur lain, berusaha keras mendahului mobil-mobil lain. Lalu aku lihat symbol Kristen di jendela belakang mobilnya. Terbersit olehku bahwa banyak orang mungkin bertanya-tanya apakah sopir yang menyetir dengan serampangan itu benar-benar pengikut Kristus.

Setiap kita bisa dengan mudah berlaku tidak sabaran seperti sopir itu – terutama jika kita mengejar jadwal dan waktu, kita mungkin bertindak dengan cara atau yang bahkan jelas bertentangan dengan iman Kristen. Orang lain – termasuk orang yang belum percaya – selalu melihat kita. Itulah sebabnya mengapa Yesus memerintahkan kita untuk berbuat baik: demi membawa kemuliaan bagi Allah.

Galatia 5:22-23 [Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.] mengingatkan kita akan buat Roh, yang terakhir adalah penguasaan diri. Ini mungkin karunia yang paling menantang dari semuanya karena ini biasanya menghadapi hari-hari yang sibuk. Namun, menghidupi buah Roh memungkinkan orang lain melihat iman kita dalam Kristus dalam semua tindakan kita.
Doa: Bapa, tolonglah kami untuk memiliki penguasaan diri dalam apa pun yang kami lakukan setiap hari.
Doa syafaat: Para sopir yang tidak sabaran.
Pokok pikiran: Ketika kita menghidupi buah Roh iman kita akan menjadi nyata.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Rabu, 4 April 2012

Saat Teduh S enin, 2 April 2012

Pembacaan Alkitab: Daniel 9:20-27

Tujuh puluh kali tujuh masa

20 Sementara aku berbicara dan berdoa dan mengaku dosaku dan dosa bangsaku, bangsa Israel, dan menyampaikan ke hadapan TUHAN, Allahku, permohonanku bagi gunung kudus Allahku,
21 sementara aku berbicara dalam doa, terbanglah dengan cepat ke arahku Gabriel, dia yang telah kulihat dalam penglihatan yang dahulu itu pada waktu persembahan korban petang hari.
22 Lalu ia mengajari aku dan berbicara dengan aku: "Daniel, sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk mengerti.
23 Ketika engkau mulai menyampaikan permohonan keluarlah suatu firman, maka aku datang untuk memberitahukannya kepadamu, sebab engkau sangat dikasihi. Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu!
24 Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.
25 Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan.
26 Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa. Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah; dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan.
27 Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."

“DARI KETERASINGAN KE PENGHARAPAN
Ketika engkau mulai menyampaikan permohonan keluarlah suatu firman, maka aku datang untuk memberitahukannya kepadamu, sebab engkau sangat dikasihi. Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu!  (Daniel 9:23)


RENUNGAN
Selama masa pra-Paskah, kita diajak untuk memeriksa hidup dan iman kita. Sekarang, kita memasuki keindahan Minggu Palem, lalu kita menyaksikan massa yang berbalik melawan Yang Diurapi. Setelah mengingat dan menghidupkan kembali ke ruang atas, kita menangis di hadapan sebuah salib dan makam.

Dari bacaan Kitab Daniel ini mungkin suatu bagian yang aneh untuk dibaca pada Minggu sengsara. Namun, Kitab Daniel berisi gambaran-gambaran yang berhubungan dengan pengalaman Yesus. Kita diingatkan tentang harapan yang masih ada di tengah realitas kelaparan. Malaikat Gabriel adalah utusan yang sama yang meyakinkan Maria bahwa ia telah mendapat karunia menjadi seorang berkenan di hadapan Allah dan yang akan mengandung Juruselamat.

Kabar baiknya adalah bahwa tiap perjuangan mengandung benih harapan; tiap bencana membawa kemungkinan akan adanya penebusan. Allah berbicara melalui para utusan untuk menunjukkan jalan kepada kehidupan baru. Firman itu telah datang, penuh kasih karunia dan kebenaran, dan namanya adalah Kasih.
Doa:
Allah, bukalah hati kami untuk kehadiran-Mu, sehingga keadilan, kebaikan, dan kasih memerintah atas seluruh bumi. Amin.
Doa syafaat:
Mereka yang merasa putus asa.
Pokok pikiran:
Dalam setiap kehilangan, Allah menawarkan pengharapan.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Senin, 2 April 2012

 

 

 

 

 

 

 

Saat Teduh Rabu, 28 Maret 2012

Pembacaan Alkitab: Roma 8:31-39

Kesaksian iman

31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
FIRMAN ALLAH
Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Roma 8:38-39)
RENUNGAN
Lily dan Ed, suaminya, adalah orang tua yang kasih dan taat. Kali ini persalinan anak keempat mereka; dan sebagai dokternya, aku mengantasisipasinya dengan persalinan dan cepat tidak rumit. Ketika Lily sudah siap melahirkan, ia bersemangat meremas tangan Ed dan mendorong. Tiba-tiba, segalanya berubah. Jantung bayi berdetak keras. “Tekan keras, sekarang!” Desakku.

Dengan ketakutuan dan kelelahan, Lily memegangi tangan Ed dan memohon, “Tolong aku!” Ed menatapnya dan juga melihat monitor jantung bayi. Lalu, ia meraih tangan Lily di antara kedua tangannya, dan dengan suara keras, yang meyakinkan mulai menyebut kata-kata dari Roma 8:38-39 [38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.]

Sementara Ed berbicara, Lily mendorong dengan segenap kekuatannya. Ia menjadi kuat. Aku bisa merasakan ketenangan yang kuat menyelimuti kami semua yang berjuang demi kelahiran bayi. Dengan gelombang kekuatan dan tekad, Lily mendorong bayi lelaki mereka ke dunia. Detak jantung melambat, napas pelan, dengan cepat bayi itu menanggapi resusitasi, menyadari, dan menangis dengan semangat.

Aku sering memikirkan proses persalinan itu, saat Ed mengucapkan kata-kata kehadiran dan kuasa Allah. Pasangan ini mengajarkanku akan iman melalui kesaksian mereka pada kekuatan Kitab Suci.
Doa: Allah Pengasih, berilah kami kekuatan perkataan-Mu. Amin.
Doa syafaat: Para perempuan yang menghadapi persalinan.
Pokok pikiran: Perkataan Kitab Suci dapat memperkuat dan memberi kita hidup.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Rabu, 28 Maret 2012

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saat Teduh S elasa, 27 Maret 2012

Pembacaan Alkitab: Mazmur 51:6-12

6 Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.

7 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

8 Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.

9 Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!

10 Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!
11 Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!
12 Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
PASKAH TIAP HARI

Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!  Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! (Mazmur 51:10, 12)
RENUNGAN
Tiap tahun setelah ibadah Minggu Paskah, kami mengajak semua anak dan cucu kami untuk makan besar, dan setelah itu beberapa di antara kami bermain di halaman. Tahun ini saat aku tengah mengambil bola yang dilemparkan cucuku, aku melihat salah satu bibit maple yang telah kutanam musim gugur lalu. Aku ingat, saat menanamnya, Oktober lalu, bibit kecil itu nampak sangat menyedihkan. Saat itu, aku bertanya apakah bibit-bibit itu akan mampu melalui musim dingin. Saat melihat secara dekat, aku terkejut menemukan tunas baru daun kecil pada bibit itu.

Aku segera berpikir tentang Paskah sebagai saat memperbarui dan memulihkan kehidupan – tidak hanya pada alam, namun juga dalam diriku, sebagai waktu untuk memeriksa diri dan memperbarui kehidupan rohaniku. Aku teringat perkataan pemazmur, “Perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu.”

Kita tidak harus melihat jauh demi melihat Allah bekerja di dunia sekitar kita. Dengan rakhmat dan kasih-Nya, kita dipenuhi. Diperkuat, dan diperbarui – tidak hanya saat Paskah, tetapi setiap hari.
Doa: Ya Bapa, tolong kami untuk mengenal saat Roh Kudus bekerja di dalam kami, dan berilah kami keberanian dan kekuatan untuk bekerja sama dalam apa yang Roh Kudus lakukan. Amin.
Doa syafaat: Keberanian untuk mengevaluasi kehidupan.
Pokok pikiran: Allah membawa kita dari kesedihan kepada hal yang menjanjikan.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Selasa, 27 April 2012

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saat Teduh Senin, 26 Maret 2012

Pembacaan Alkitab: Nehemia 2:1-10

Nehemia diutus ke Yerusalem

1 Pada bulan Nisan tahun kedua puluh pemerintahan raja Artahsasta, ketika menjadi tugasku untuk menyediakan anggur, aku mengangkat anggur dan menyampaikannya kepada raja. Karena aku kelihatan sedih, yang memang belum pernah terjadi di hadapan raja,

2 bertanyalah ia kepadaku: "Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati." Lalu aku menjadi sangat takut.

3 Jawabku kepada raja: "Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?"
4 Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit,
5 kemudian jawabku kepada raja: "Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali."
6 Lalu bertanyalah raja kepadaku, sedang permaisuri duduk di sampingnya: "Berapa lama engkau dalam perjalanan, dan bilakah engkau kembali?" Dan raja berkenan mengutus aku, sesudah aku menyebut suatu jangka waktu kepadanya.
7 Berkatalah aku kepada raja: "Jika raja menganggap baik, berikanlah aku surat-surat bagi bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat, supaya mereka memperbolehkan aku lalu sampai aku tiba di Yehuda.
8 Pula sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman raja, supaya dia memberikan aku kayu untuk memasang balok-balok pada pintu-pintu gerbang di benteng Bait Suci, untuk tembok kota dan untuk rumah yang akan kudiami." Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku.
9 Maka datanglah aku kepada bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat dan menyerahkan kepada mereka surat-surat raja. Dan raja menyuruh panglima-panglima perang dan orang-orang berkuda menyertai aku.
10 Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, mendengar hal itu, mereka sangat kesal karena ada orang yang datang mengusahakan kesejahteraan orang Israel.

“BERBICARALAH!”
Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini." Ketika itu aku ini juru minuman raja. (Nehemia 1:11)
RENUNGAN
Setelah menyelesaikan pendidikan propesional, aku menerima pekerjaan sebagai pengawas di sebuah perusahaan besar. Hanya aku karyawan Kristren yang bekerja pada posisi itu, meskipun perusahaan itu mempekerjakan orang Kristen lainnya.

Selama masa Paskah, aku bertanya kepada direktur Sumber Daya Manusia untuk hari libur memperingati Jum’at Agung. Ia memberitahuku bahwa dalam hari libur resmi dari perusahaan. Lalu, ia bertanya tentang asal dan makna Jum’at Agung. Aku mencoba sebaik mungkin menjelaskan imanku dan pemahaman tentang kematian Yesus Kristus dan pentingnya dalam kehidupan Kristen. Direktur mendengarkanku dengan penuh ketertarikan, setelah itu, aku kembali ke kantorku.

Sekitar 30 menit kemudian, aku menerima telepon dari direktur. Ia memberi-tahuku bahwa direktur manajemen telah menyetujui untuk menyertakan Jum’at Agung dalam daftar libur resmi bagi karyawan Kristen. Aku sangat gembira mendengar kabar baik ini! Dalam situasi yang agak tidak biasa, Allah memampukanku untuk memakai posisiku untuk membagikan Kabar Baik tentang Kristus demi meningkatkan lingkungan kerja bagi minoritas Kristen di tempat kerjaku.
Doa: Ya Allah, terima kasih untuk iman kami. Tolong kami untuk mencari kesempatan demi membagikan kabar kaik tentang Injil. Amin.
Doa syafaat: Para manager perusahaan.
Pokok pikiran: Bagaiman aku bisa memakai pengaruhku untuk menceritakan kisah tentang Kristus?
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Senin, 26 Maret 2012

 

 

 

 

 


Saat Teduh
Rabu, 21 Maret 2012
Pembacaan Alkitab: Efesus 2:4-10
4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh kasih karunia kamu diselamatkan --
6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,
7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.
8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
KASIH KARUNIA

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (Roma 5:8)
RENUNGAN
Saat duduk di kelas tiga, aku melakukan hal yang kupikir dosa menakutkan: Aku merobek buku matematika. Rasa bersalahku makin dikuatkan pernyataan teman sebangkuku. “Kini kamu mendapat kesulitan.”

Aku panik. Apa hukumanku? Melihat pakaianku yang sederhana dan rambut yang dicukur ibuku sendiri, jelas menunjukkan keluargaku tidak mampu mengganti buku pelajaran itu. Aku putuskan mengakuinya karena lebih mudah sebelum tertangkap basah, jadi aku menuju meja guru. Berurai air mata, aku mengakui kesalahanku.

Dalam keterkejutanku, ia mengambil selotipnya, melepas pita sepanjang 30 cm, merapikan sisi di sepanjang halaman yang robek, dan menyerahkan kembali buku itu. “Ini sudah kuperbaiki,” katanya, dengan senyum meluruhkan rasa takutku.

Bertahun-tahun aku bergumul dengan istilah kasih karunia. Tiap kali aku meminta mereka yang sudah lama menjadi Kristen untuk mendefinisikan kata itu, dan mendapat jawaban yang biasa disebut akronim dari God’s Riches At Christ’s Expense atau, kalimat yang bernas “kemurahan Allah yang tidak layak kita dapatkan.” Aku tidak mengerti kasih karunia sampai kuingat apa yang telah guru kelas tiga lakukan kepadaku. Definisiku tentang kasih karunia bukan dari yang ia katakan, melainkan dari apa yang ia lakukan.
Doa:
Ya Allah, pakai aku untuk menolong orang lain memahami cinta dan rakhmat yang menggapai masa lalu dosa kami. Amin.
Doa syafaat: Para guru sekolah dasar.
Pokok pikiran: Tiap kita dapat menjadi gambaran akan kasih karunia Allah bagi orang lain.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Rabu, 21 Maret 2012
Saat Teduh
Selasa, 20 Maret 2012
Pembacaan Alkitab: Keluaran 14 : 10 – 25
10 Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN,
11 dan mereka berkata kepada Musa: "Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir?
12 Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini."
13 Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.
14 TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."
15 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.
16 Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
17 Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.
18 Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda."
19 Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka.
20 Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu.
21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.
22 Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.
23 Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka -- segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda -- sampai ke tengah-tengah laut.
24 Dan pada waktu jaga pagi, TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu.
25 Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata: "Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab TUHANlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir."
MUKJIZAT KECIL
Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. (Keluaran 14:21)
RENUNGAN
Aku seorang pengacara. Ketika membantu organisasi keagamaan, aku serong menemukan situasi sulit, dari perspektif kemanusiaanku, tampaknya benar-benar tidak bisa diselesaikan. Mereka yang telah berhadapan dengan birokrasi di Rusia akan mengerti hal ini. Aku bisa memberikan contoh.
Aku perlu menyerahkan beberapa dokumen agar sebuah seminari teologi bisa mendapat izin menjadi sebuah lembaga pendidikan. Aku berdiri di deretan nomor urut 98. Semua orang mengatakan bahwa mustahil saat itu untuk menyerahkan dokumen-dokumen itu, meski hal itu sangat penting. Aku mengambil nomorantrean dan menyelesaikan urusanku. Sepulang kerja, aku kembali ke tempat tadi untuk menyerahkan dokumen-dokumen itu; tetapi aku sudah siap datang kembali di hari lain. Sesampai disana, aku melihat mereka memanggil nomor 97. berikutnya, ak, yang terakhir dilayani hari itu.
Aku dapat memberikan banyak contohh seperti ini. Aku sering mendapati diriku bertanya-tanya, apakah itu hanya sebuah keberuntungan ? Namun bagiku  tidak. Aku mengalami bahwa tangan Allah berkarya untukku.
Doa: Ya Allah, terimakasih atas keajaiban-keajaiban yang kami rasakan di dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin.
Doa syafaat: Mereka yang sehari-harinya berurusan dengan birokrasi.
Pokok Pikiran: Allah bertindak dalam kehidupan kita setiap hari, aku akan memerhatikan mukjizat-mukjizat kecil ini.
Saat Teduh BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Selasa 20 Maret 2012
Saat Teduh
Rabu, 7 Maret 2012
Pembacaan Alkitab: Yohanes 4:5-15
5 Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.
6 Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
7 Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum."
8 Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
10 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."
11 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"
13 Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
15 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."
“AIR SEGAR
Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!  Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." (Yohanes 7:37-38)
RENUNGAN
Tiap musim semi, aku senang sekali melihat bunga patioku memenuhi pekarangan dengan bunga warna-warni: petunia koral, lobelia biru, miller berdebu [Senecio cineraria]. Tanaman itu tidak pernah terlihat lebih baik daripada saat pembibitan. Setiap hari, aku mengairi dengan baik selama satu dua minggu. Aku senang bila hujan turun karena saat itu Allah yang mengerjakannya untukku. Namun, aku segera terganggu dan lupa menjaga bunga-bunga itu tetap disiram. Setelah beberapa saat udara hangat berlangsung, hari-hari kering pun tiba, tiap batang bunga melengkung dan dedaunan layu. Namun, aku bersyukur, jika benih ini tidak benar-benar kering, aku masih bisa menyiraminya, dan segar kembali.

Ini menyadarkanku, aku butuh air, firman Allah, sebagaimana patioku membutuhkan air. Jika aku lupa membaca Alkitab dan berdoa, aku akan segera layu terkulai. Tekanan hidup membanjiriku, bagai bunga yang layu dalam panas.

Namun, mereka yang pernah percaya dalam Kristus selalu disuplai pasokan air yang tidak pernah habis. Yesus berjanji bahwa jika kita datang kepada-Nya, aliran air hidup akan mengalir dari dalam diri kita. Saat mengambil waktu membaca Alkitab pagi hari, aku merasa lebih kuat, lebih mampu bertahan menjalani hidup hari itu. Namun, aku berhenti dan berpikir, Apakah akhir-akhir ini aku sudah berpaling kepada Kristus untuk mendapat air yang segar?
Doa:
Allah, terima kasih menjadikan kami mahakarya-Mu. Bimbing kami untuk menerangi kehidupan orang lain dengan cinta-Mu. Amin.
Doa syafaat:
Mereka yang membutuhkan cara pandang baru.
Pokok pikiran:
Bagaimana aku bisa menunjukkan keagungan cinta Allah kepada orang lain hari ini?
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Rabu, 7 Maret 2012
Saat Teduh
S enin, 27 Februari 2012
Pembacaan Alkitab: Markus 5:21-24; 35-42
Yesus membangkitkan anak Yairus
21 Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
22 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.
23 Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:
24 "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."
35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.
36 Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;
37 waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau."
38 Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."
39 Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.
40 Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku."
41 Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir."
42 Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.

“PETUNJUK ARAH BARU

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. (Filipi 4:19)
RENUNGAN
Sebuah artikel mengisahkan bahwa seorang lelaki telah meninggal, dan kerabatnya menjelaskan penyebabnya adalah stress akibat menganggur. Mendengar kabar tersebut aku pun terdiam, di pagi hari yang dingin dan mendung. Aku sama seperti yang sudah meninggal itu: usia yang sama, tinggal di daerah yang sama, dipecat pada saat yang sama juga. Duduk di rumah sementara isteriku – seperti orang yang lain – sedang bekerja, aku merasa tak berguna, seolah-olah dunia ini bergerak tanpa aku di dalamnya. Aku menyadari bahwa di saat kesepian, depresi, ketakutan, dan putus asa, aku harus berpaling kepada Allah jauh hari sebelumnya, mempercayai bahwa Dia memiliki rencana-rencana yang baik bagiku.

Dalam bacaan hari ini, melalui cerita Yairus kita diingatkan, terkait dengan putrinya yang sekarat, dan dengan pesan Yesus sampaikan kepadanya, “Jangan takut, percaya saja” [Markus 5:36 - Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"]. Seperti Yairus, aku ingat bahwa “kehidupan lebih penting daripada makanan, dan tubuh lebih penting daripada pakaian [Matius 6:25 - "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?”] dan bahwa Allah mengetahui serta akan menyediakan semua kebutuhanku [baca Filipi 4:19 - Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.]. Allah memperbarui janji, harapan, dan penghiburan saat aku mulai beraktivitas tiap hari. Pengembaraanku di padang gurun pengangguran ini dapat menjadi waktu pertumbuhan rohani dan inspirasi bagi arah baru dalam hidup.
Doa: Allah Mahakuasa, di saat susah, berilah kami kekuatan untuk berpaling kepada-Mu – dengan mengetahui bahwa segala sesuatunya mungkin bagi-Mu. [baca Matius 19:26 - Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin." & Markus 10:27 - Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."]. Amin.
Doa syafaat: Mereka yang menderita sakit akibat stress.
Pokok pikiran: Percayalah akan kuasa Allah daripada usaha manusia.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Senin, 27 Februari 2012
Saat Teduh
Rabu, 15 Februari 2012
Pembacaan Alkitab: Mazmur 95:1-5; 12-15
TUHAN, Hakim yang adil
1 Mazmur. Nyanyian untuk hari Sabat.
2 Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi,
3 untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam,
4 dengan bunyi-bunyian sepuluh tali dan dengan gambus, dengan iringan kecapi.
5 Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya TUHAN, dengan pekerjaan-Mu, karena perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai.
12 Mataku memandangi seteruku, telingaku mendengar perihal orang-orang jahat yang bangkit melawan aku.
13 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;
14 mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.
15 Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar.

“DIAKHIRI DENGAN BAIK

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! (Yeremia 17:7)
RENUNGAN
Sebuah pohon tua terbelah dan membengkok ke tanah seperti dua tangkai besar terhampar ke tanah yang berlawanan. Meskipun bengkok karena usia dan badai, pohon itu dimahkotai dengan bunga menyerupai rambut putih yang tebal. Pohon itu mengingatkanku pada seorang wanita tua yang pernah kutemui. Dia menunggu di pintu masuk gereja dan bangkit dengan susah payah untuk menyapa para pengunjung. “Kami senang anda bergabung dengan kami untuk beribadah hari ini,” katanya kepadaku, tersenyum dan mengulurkan tangannya dengan ramah. Aku berpikir, begitulah cara yang ingin kulakukan untuk mengakhiri hidupku, dengan sukacita menyambut orang lain masuk hadirat Allah.
Alkitab menawarkan kepada kita beberapa contoh dari cara hidup ini. Tersembunyi di antara peringatan Yeremia adalah sebuah perumpamaan mengenai pohon yang luar biasa yang “tidak pernah gagal berbuah,” jang “daunnya selalu hijau” [Yeremia 17:8 - Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.] seperti pohon yang dijelaskan dalam Mazmur 1:3 [Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.], pohon itu tetap berbuah dan menjalani kehidupan yang panjang dan berharga. Meskipun kita mungkin merasa tersakiti dan terpukul, orang-oang yang diberkati adalah mereka yang berdiri teguh taat dan percaya kepada Allah “masih akan berbuah di usia tua, mereka akan tetap segar dan hijau” [Mazmur 92:14 - Mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.]. Itulah caraku mengakhiri hidupku.
Doa: Bapa, terima kasih karena di usia tua kami Engkau tetap membuat kami berbuah. Amin.
Doa syafaat: Mereka yang sudah lanjut usia.
Pokok pikiran: Kita dapat berbuah bagi Allah di usia berapa pun atau dalam segala tahap yang bagaimana pun dalam hidup kita.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Rabu, 15 February 2012
Saat Teduh
Jum’at, 10 Februari 2012
Pembacaan Alkitab: Kolose 3:12-17
12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.
16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.
17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.
UMAT PILIHAN ALLAH

Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. (Kolose 3:12)
RENUNGAN
Beberapa hari yang lalu, seorang pekerja junior datang kepadaku dengan kartu pengenalnya. Dia memintaku untuk menanda tangani kartunya supaya dia bisa pulang ke rumahnya “lewat jam malam”. Dia tinggal di daerah yang mempunyai aturan jam malam, dan kartu pengenalnya itu penting agar dia bisa datang dan pergi sesuai kebutuhannya. Kartu tersebut merupakan identitas dirinya.

Begitu juga, tiap kita menghadiri seminar atau konferensi, kita biasa memakai name tag, “tanda identitas diri” sehingga orang lain dapat mengetahui siapa dan dari darimana asal kita.

Kolose tiga menantangku untuk bertanya akan identitas Kristenku: Apakan identitasku sebagai orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi, dapat dilihat semua orang yang datang dan berhubungan denganku? Lagipula, dunia di sekitarku adalah kebun anggur Allah, tempat aku melayani sesamaku sesuai misi-Nya. Untuk itu, aku hidup sedemikian rupa agar orang lain dapat mengenali sebagai milik Allah karena “belas kasihan, kebaikan, kelembutan, dan kesabaran.”

Tantangannya jelas: dalam sikap dan tidakan sehari-hari, kita hidup dengan identitas Kristen, memberikan kasih Allah.
Doa:
Allah, bantu kami untuk mengingat bahwa Engkau telah menguduskan kamu. Biarlah orang lian mengenali kami sebagai umat-Mu dan menemukan kami dalam kehadiran kasih-Mu bagi mereka. Amin.
Doa syafaat: Menjadi saksi yang kuat.
Pokok pikiran: Orang lain dapat mengenali kita sebagai pengikut Kristus melalui sikap dan tindakan kita.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Jum’at, 10 Februari 2012
Saat Teduh
Kamis, 9 Februari 2012
Pembacaan Alkitab: Mazmur 131:1-3
Menyerah kepada TUHAN
1 Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
2 Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
3 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!
ALLAH PEDULI

Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? (Matius 6:27)
RENUNGAN
Sering aku mengamati anakku yang berumur 4 tahun tidur dengan tenang. Wajahnya memcerminkan kedamaian, ketenangan yang timbul karena mengetahui bahwa orang tuanya ada untuk memelihara dan merawatnya.

Pekerjaanku dan realitas ekonomi sering membawaku ke dalam kesedihan yang mendalam dan keraguan. Hanyut dalam perasaan ini, aku lupa akan janji Allah. Ketika aku memejamkan mata dan berpikir, tidak peduli betapa dalamnya kesedihanku, aku tahu aku tidak bisa mengandalkan kekuatanku dan Dia berjanji untuk selalu berada di sampingku.

Di saat seperti itu, aku berpikir tentang kedamaian yang aku lihat pada anakku; dan aku merasa dekat dengan Tuhan. Aku tidak akan pernah meninggalkan anakku. Walaupun dia menginginkan apa yang tidak biasa aku sediakan. Dengan cara yang sama, aku percaya bahwa Allah mengerti apa yang aku butuhkan dan akan menyediakannya. Seperti anakku, aku ingin beristirahat, dalam kepercayaan bahwa aku dicintai.

Doa:
Allah Pemurah, perbaruilah iman kami tiap hari. Di dalam-Mu. Kami tidak kekurangan. Kami berdoa seperti yang sudah Yesus ajarkan, “Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.” Amin.
Doa syafaat: Anak-anak di dalam kehidupan kita.
Pokok pikiran: Allah tahu apa yang kita butuhkan.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Kamis, 9 Februari 2012

 

 

 

 

Saat TeduhSenin, 6 Februari 2012    
 
Pembacaan Alkitab: Matius 10:29-31
 
29Bukankah
burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan
jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
30Dan kamu,
rambut kepalamu pun terhitung semuanya.
31Sebab itu
janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. 
 
“PENTING”
 

Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak
tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku. (Yesaya 49:16)
 
RENUNGAN
 
       Bertahun-tahun,
aku dan istriku merencanakan perjalanan impian ke Pasific Northwest setelah
kami pension mengajar. Pada Juni 2006, mimpi itu menjadi nyata. Di atas tebing
yang menghadap Pantai Oregon yang megah dan Samudra Pasifik, kami berdiri
terdiam. Kami merasa kecil dibandingkan dengan keindahan pantai, air biru
jernih yang memecah di tebing berbatu yang alasnya hijau, laut membentang luas
ke cakrawala, dan keagungan tangan Yang Mahakuasa dalam menciptakan pemandangan
di hadapan kami. Istriku, Augusta, berkomentar, “Kau tahu, kita hanyalah titik
kecil di bumi ini.”

       Saat kami melanjutkan perjalanan
menyusuri Pantai Oregon, aku memikirkan komentar istriku. Terlintas di benakku Yohanes
3:16 -  “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah
mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya
kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Kita mungkin
hanyalah sebuah titik yang tidak berarti, tetapi Allah sangat mengasihi kita
hingga mengutus Anak-Nya untuk mati bagi kita.

       Sejak pencerahan itu, kapan pun aku
merasa tersesat, bermasalah, atau kehilangan harapan – saat merasa seperti
titik yang tidak berarti – aku akan mengingat siapa yang mencitakan dan
mencintaiku. Kita diukir di talapak tangan Allah, dan tidak ada tempat yang
lebih baik selain di sana.
                
Doa:  Sang Pencipta, saat aku merasa kecil dan
tidak berarti, bantu aku mengingat bahwa Engkau mencintaiku sehingga Engkau
mengutus Anak-Mu yang tunggal untuk menebusku. Berkati aku hari ini untuk menikmati
hasil karyaMu. Amin.
 
Doa syafaat:    Untuk
mengingatkan kasih Allah kepada kita.
 
Pokok pikiran:    Salib adalah gambaran tentang sejauh mana
Allah menebus kita.
 
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta
– Indonesia 
Senin, 6 Februari 2012

 

 

Saat Teduh
Jumat, 03 February 2012

Pembacaan Alkitab: 1 Korintus 2:1-5
1 Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu.
2 Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
3 Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.
4 Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,
5 supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.
ALLAH SANGGUP

Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah. (1 Yohanes 2:4-5)
RENUNGAN
Agustus 2010 di Chile, dinding sebuah tambang runtuh. Kebingungan diikuti kepanikan melanda - lalu, keheningan dan kegelapan total. Di bawah tanah, sedalam 700 meter, 33 penambang terperangkap di sebuah tambang tembaga dan emas. Di atas, keluarga para penambang berjaga-jaga. Kamp-kamp didirikan dan keluarga secara bergantian menunggu sampai 69 hari – berharap para penambang akan diselamatkan hidup-hidup.

Hidup di luar hubungan dengan Allah sama seperti terjebak jauh di bawah tanah tanpa cahaya, suara, komunikasi, makanan, atau air. Keluarga para penambang memutuskan untuk menunggu orang yang mereka cintai sepanjang waktu yang dibutuhkan. Betapa Allah lebih bersedia lagi menunggu kita untuk berpaling dari dosa kita. Dan ketika kita melakukannya, kita diampuni melalui kasih dan ditarik dekat kepada Allah.

Usaha besar manusia dan sejumlah besar uang dihabiskan untuk menyelamatkan para penambang. Namun, bagaimana pun mengesankan usaha ini, kemampuan mereka sangatlah terbatas. Allah Pencipta kita, memiliki kekuatan untuk menyelamatkan kita di mana pun kita berada, dalam kegelapan seperti apa pun, kesunyian, keputusasaan, ditinggalkan, atau sakit. Kuasa Allah tidak terbatas.
Doa: Allah, bantu kami untruk percaya kepada-Mu dan bukan kepada apa yang diketahui dan diperbuat oleh manusia. Amin.
Doa syafaat: Para penambang dan keluarganya.
Pokok pikiran: Keselamatan kita adalah berkat menemukan Kristus.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Jumat, 03 February  2012
Saat Teduh
Kamis, 02 Februari 2012
Pembacaan Alkitab: Ratapan 3:21-26
21 Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap:
22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,
23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
24 "TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.
25 TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.
26 Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.
“SUATU HARI NANTI

Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. (Yesaya 41:10)
RENUNGAN
”Suatu hari nanti.” Itu ungkapan favoritku sebagai seseorang yang bertahan dari kanker, bekerja sebagai kepala asisten sokolah SMA, atau sebagai pembina di bidang olah raga. Bagiku, hidup untuk satu hari nanti memiliki banyak pengertian; tetapi yang paling penting adalah bahwa aku membutuhkan Allah untuk menjalani keseharianku, apa pun yang kuhadapi dan kulakukan.

Pada hari-hari sulit di sekolah, aku berdoa saat berhubungan dengan siswa yang bermasalah. Di bidang olah raga, aku meminta Allah membantuku membuat keputusan yang tepat. Dan sebagai orang yang bertahan dari kanker, setiap hari aku bersyukur kepada Allah akan kehidupanku.

Bagi orang-orang Kristen, “suatu hari nanti” berarti memulai dan mengakhiri hari dengan Kristus, entahkah itu melalui doa dan membaca Alkitab atau mendengar orang lain di Saat Teduh. Nahum 1:7 berkata, TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya.” Sang Pencipta selalu hadir di saat kita sedang menjalani keseharian kita.

Doa: Sang Penyembuh, ajarlah kami untuk selalu datang kepada-Mu dalam doa. Tinggallah bersama kami, dan berilah kami keberanian untuk menghadapi keseharian kami – satu jam, satu menit, setiap waktu. Amin.
Doa syafaat: Mereka yang terkena kanker.
Pokok pikiran: Karena Allah peduli kepada kita, kita bisa menyambut hari yang baru.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Kamis, 02 Februari 2012
   

Page 1 of 14

<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Informasi Terkini

  • The man who brought Martabak
    ( December, 1992 )
    Actually it’s not good to tell the Story of  “ The man who brought Martabak “ because the object is our fiend Erni Sitinjak “ my pariban “ . She  passed away  last week.
    But , how to stop  all of you making Wounded Conversation / chatting  , promise me after  knowing that man, stop that Wounded Conversation in FB.
    Name        : FREDDY PARDEDE
    Nicknamed    : GULEPPONG
    Faculty        : The Art and Language DIPONEGORO UNIVERSITY ,1988
    Occupation    : UKI Jakarta
    THAT’S ALL
    WARNING: STOP    WOUNDED CONVERSATION!..........CAUSE..........HAUNTED  CONVERSATION!
    SEE YOU ERNI IN OTHER PLACE,  R.I.P !
    23 th January 2012

  • The man who brought Martabak
    ( December, 1992 )
    Actually it’s not good to tell the Story of  “ The man who brought Martabak “ because the object is our fiend Erni Sitinjak “ my pariban “ . She  passed away  last week.
    But , how to stop  all of you making Wounded Conversation / chatting  , promise me after  knowing that man, stop that Wounded Conversation in FB.
    Name        : FREDDY PARDEDE
    Nicknamed    : GULEPPONG
    Faculty        : The Art and Language DIPONEGORO UNIVERSITY ,1988
    Occupation    : UKI Jakarta
    THAT’S ALL
    WARNING: STOP    WOUNDED CONVERSATION!..........CAUSE..........HAUNTED  CONVERSATION!
    SEE YOU ERNI IN OTHER PLACE,  R.I.P !
    23 th January 2012

  • Solusi Penulisan dan Penerjemahan Anda

    Suatu hari ada seorang bule kehilangan sepeda motornya yang baru saja diparkir di depan toko di sekitar jalan Malioboro Yogya. Dia bertanya kepada seseorang yang saat itu kebetulan berada di tempat parkir, namanya Paijo, apakah dia melihat orang yang mengambil sepeda motornya.

    Paijo menjawab, ”Yes, he use to table square-square. Worth he fast-fast go without wet expire.” (“Iya, dia memakai kemeja kotak-kotak. Pantas dia cepat-cepat pergi tanpa basa-basi.”)

    Lalu dengan berwibawa Paijo menasehati, “Sir, different river, if park bicycle motor liver-liver yes?” (“Tuan, lain kali kalau parkir sepeda motor hati-hati ya?”)

    Tetapi bule itu diam saja karena karena tidak tahu mau menjawab apa, sehingga Paijo jadi ngedumel: “Basic bule!” (“Dasar bule!”)

    Karena tidak tahu harus ngomong apa lagi, si bule tersebut ngeloyor pergi dan dengan pe-de nya Paijo bilang, “Breasttttt!” (“Dadaaaaa!”) sambil melambaikan tangannya.

    Basic stupid. Paijo doesn’t know himself.” (“Dasar bego. Paijo gak tau diri.”) Itu pasti komentar Anda. :-D

    Dijamin, dengan bantuan TransKata Anda bisa menghasilkan penerjemahan jauh lebih baik daripada Paijo di atas:-D.

    Untuk mengunduh TransKata dan produk gratis AcuanBahasa serta Wikipedia Offline, silakan DAFTAR GRATIS terlebih dahulu.

    Apakah Anda seorang karyawan, pengusaha, siswa, mahasiswa, guru, dosen, peneliti, konsultan, penulis, wartawan, atau penerjemah?

    • Apakah Anda suka membaca tulisan-tulisan dalam bahasa asing?
    • Apakah Anda sering menulis e-mail dalam bahasa asing?
    • Apakah Anda wajib membuat karya tulis dengan acuan akurat dan ejaan teliti?
    • Apakah Anda senang (atau harus) menerjemahkan tulisan-tulisan dari (atau ke-) dalam bahasa asing?
    • Apakah Anda senang bila pekerjaan penerjemahan Anda dibantu oleh penerjemahan secara otomatis?
    • Apakah Anda senang bila hasil terjemahan otomatis Anda bisa diperhalus secara mudah menggunakan acuan bahasa dan ensiklopedia yang lengkap dan akurat?
    • Apakah Anda frustrasi dengan solusi penerjemahan yang mahal tapi hasilnya malah merepotkan?
    • Apakah Anda masih mencari solusi lebih baik tapi lebih murah, untuk membantu pekerjaan membaca, menulis, meneliti, atau menerjemahkan?
    Jika Anda menjawab “Ya” untuk satu/lebih pertanyaan di atas, maka TransKata adalah solusi yang Anda cari.

    TransKata adalah sebuah perangkat lunak aplikasi berbasis Windows (offline) dengan kemampuan mengakses berbagai fasilitas bahasa di Internet (online). Dengan memadukan editor lengkap dan berbagai acuan bahasa offline dan online (a.l. Wikipedia Inggris dan Wikipedia Indonesia) serta mendukung penerjemahan otomatis untuk lebih dari 50 bahasa (Inggris, Indonesia, Mandarin, Arab, Spanyol, Jepang, Korea, Jerman, Belanda, Perancis, Italia, Rusia, Hindi, Persia, Portugis, Yunani, dll), Anda dapat melakukan penerjemahan otomatis kemudian memperbaiki hasilnya menggunakan berbagai acuan lengkap bahasa yang disediakan serta pemeriksa ejaan. TransKata dilengkapi dengan Kamus Bahasa Indonesia, Tesaurus, Glosarium, WordNet, dan padanan kata-kata dalam bahasa Inggris-Indonesia. TransKata juga dilengkapi dengan pemeriksa ejaan berdasarkan lema (entri) dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Bahasa Inggris dengan dialek Amerika.

    Untuk mengunduh TransKata dan produk gratis AcuanBahasa serta Wikipedia Offline, silakan DAFTAR GRATIS terlebih dahulu.

    Simaklah contoh pengoperasian TransKata berikut ini (tekan tombol di kanan bawah video untuk tampilan layar-penuh – sebaiknya gunakan browser Microsoft Internet Exporer untuk tampilan yang maksimal):

  • SMP Kristen Immanuel

    Jl, Raden Patah, Lubuk Baja

    Batam, 29444

    Tel : (0778) 452247

    Mail : info@smpk-immanuel.com

  • SMP Kristen Immanuel Membuka kesempatan Emas kepada Adek-Adek kami yang ingin bergabung untuk menimba ilmu yang terdepan hanya ada di SMP Kristen Immanuel. Segera mendaftar dan hubungi kami untuk keterangan lebih lanjut.

Foto Random

DSCF1676.jpg