Saat Teduh Rabu, 16 Mei 2012
Pembacaan Alkitab: Yakobus 1:19-27
Pendengar atau pelaku firman
19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
23 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.
24 Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.
25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.
26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.
27 Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.
“JULUKAN & KELOMPOK”
Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. (Yakobus 1:22)
RENUNGAN
Keadaan buruk tengah menyebar di masyarakat dan dunia dewasa ini. Dialog telah diganti dengan perdebatan yang sedikit berhubungan dengan kebenaran. Penyiar yang menyiarkan julukan yang memecah belah demi menyakiti orang lain. Kadang kita melihat kejahatan yang sama di bidang iman dan agama. Pembicaraan seperti ini mengecilkan masalah sulit menjadi slogan dan menghalangi kita untuk melihat orang lain sebagai individu yang berharga. Namun, setiap kita memiliki pilihan dan kemampuan bergerak melampaui julukan dan kelompok.
Apa yang berubah bagiku adalah bertemu orang yang berbeda dariku. Aku menemukan bahwa mereka memiliki harapan dan impian sepertiku. Studiku tentang Kitab Suci mengungkapkan bahwa semua orang berharga. Aku belajar bahwa julukan dan pengelompokan dapat dipakai untuk berbohong dan menyembunyikan kebenaran, melukai dan menyakiti, menciptakan rasa takut dan memanipulasi orang. Kata-kata yang membuat kita curiga terhadap siapa saja yang berbeda dapat membuat orang menjadi lawan dan musuh.
Dalam Ibrani 13:1-2 kita baca, “Peliharalah kasih persaudaraan! Jangan lupa kamu memberi tumpangan kepada orang….” Tiap julukan atau pengelompokan yang mengurangi nilai orang lain juga mengurangi kita. Sebagai orang percaya di dalam Kristus, kita dipanggil menghormati tiap individu sebagai orang berharga – tidak kurang dari itu.
Doa: Ya Allah, tolong kami mengasihi dan menghormati satu sama lain sebagai anak-anak-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.
Doa syafaat: Lawan politik.
Pokok pikiran: Julukan apa yang membatasiku menghormati orang lain sebagai anak-anak Allah yang dikasihi-Nya?
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Rabu, 16 Mei 2012
Saat Teduh S elasa, 15 Mei 2012
Pembacaan Alkitab: Roma 7:5-25
5 Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut.
6 Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.
7 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"
8 Tetapi dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan; sebab tanpa hukum Taurat dosa mati.
9 Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup,
10 sebaliknya aku mati. Dan perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian.
11 Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia membunuh aku.
12 Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.
13 Jika demikian, adakah yang baik itu menjadi kematian bagiku? Sekali-kali tidak! Tetapi supaya nyata, bahwa ia adalah dosa, maka dosa mempergunakan yang baik untuk mendatangkan kematian bagiku, supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa.
14 Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa.
15 Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.
16 Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik.
17 Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku.
18 Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.
19 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.
20 Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.
21 Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.
22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah,
23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.
24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?
25 Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
“TANGAN TERULUR”
Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku (Mazmur 40:3)
RENUNGAN
Saat sembilan tahun, aku berlarian di halaman belakang rumah nenek, jatuh ke dalam lubang sampah terbuka yang penuh air hujan, entah bagaimana aku berhasil mengulurkan tangan ke atas. Seseorang yang menyaksikan kejadian itu meraih uluran tanganku dan menyelamatkanku. Begitu aku keluar dari lubang, berlumuran sampah busuk, orang memandikanku, lalu memberikan perawatan medis.
Kejadian ini mengingatkanku pada kondisi manusia. Tiap hari jatuh ke dalam lubang dosa, dan tiap hari juga kita tahu bahwa tangan Kristus bersedia menyelamatkan kita. Kristus menunggu kita mengulurkan tangan sehingga Dia bisa menyelamatkan, dan membasuh dosa-dosa kita.
Dalam Injil ada kisah tentang Petrus yang berjalan di atas air. Saat mulai tenggelam, Petrus berteriak “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya dan menyelamatkan Petrus. Aku pernah terjerumus ke dalam kematian rohani, lubang yang dalam dan kotor. Lalu, Kristus menyelamatkanku. Dengan kekuatan sendiri, aku tidak bisa membebaskan diri dari situasiku yang gelap dan fatal, tetapi dalam iman, aku mengulurkan tangan untuk meraih tangan Penebus.
Doa: Terima kasih, Tuhan, untuk meraih kami dan menyelamatkan kami dari dosa dan konsekuensinya. Amin.
Doa syafaat: Orang Kristen baru.
Pokok pikiran: Dosa bagaikan sampah busuk yang menempel pada kita, namun Allah selalu siap membersihkan kita dan mengaruniakan hidup baru.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Selasa, 15 Mei 2012
Saat Teduh Senin, 14 Mei 2012
Pembacaan Alkitab: Mazmur 103:7-18
7 Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.
8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
9 Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.
10 Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,
11 tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;
12 sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.
13 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.
14 Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.
15 Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga;
16 apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.
17 Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu,
18 bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya.
“DIAMPUNI & BERSIH”
Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. (Mazmur 103:12)
RENUNGAN
Motto sebuah binatu 24 jam berbunyi, “Pembersih yang lumayan”. Motto yang tak biasa ini menarik perhatianku tiap kali melihatnya. Apa perbedaan antara lumayan dan luar biasa, lumayan dan sangat baik, serta lumayan serta istimewa? Mengapa aku ingin pakaianku dicuci dengan “lumayan”? Mengapa pakaianku tidak dicuci sangat bersih atau luar biasa bersih? Siapa yang puas dengan hanya lumayan? Ataukah aku meminta terlalu banyak jika menginginkan mutu yang baik?
Secara rohani, tingkat kebersihan seperti apaah yang dapat Allah capai? Mazmur 51:9 mengatakan, “Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!” Aku berpikir tentang “lebih putih dari salju” sebagai sangat putih, bersih dari atas ke bawah. Untuk pakaian, itu berarti bersih luar-dalam, saku dan manset, lapisan tersembunyi dan kerah. Alkitab mengatakan bahwa tiap dosa dapat diampuni, tiap noda di hati dapat dihapus, demi menghilangkan noda bersalah pada jiwa kita.
Upaya kita sendiri untuk menghilangkan perasaan malu atau menutupi dosa kita tidak bisa berhasil. Namun, Allah menawarkan pengampunan yang luar biasa, sangat baik, dan menyeluruh. Aku perlu dibersihkan dari rasa bersalah dan dibebaskan dari kuasa dosa, dan hanya Allah yang bisa melakukan itu. Masing-masing dari kita dapat mengakui kegagalan kita kepada Allah dalam doa dan dibersihkan serta diampuni.
Doa: Allah Pengasih, saat kami mencoba dan gagal untuk hidup tanpa dosa, ingatkan kami bahwa Engkau dapat dan benar-benar akan mengampuni semua dosa kami. Amin.
Doa syafaat: Mereka yang bekerja dengan bahan kimia beracun.
Pokok pikiran: Hanya Allah yang bisa membasuh noda dosa.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Senin, 14 Mei 2012
Saat Teduh Jum’at, 11 Mei 2012
Pembacaan Alkitab: 2 Korintus 2:14-17
14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.
15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.
16 Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?
17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.
“DATANG & AMBILLAH”
Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. (2 Korintus 2:14)
RENUNGAN
Kami suka memanggang makanan kami di halaman. Kami bereksperimen dengan berbagai cara memasak: langsung di atas api, terkadang mengoles daging dengan saus teriyaki yang manis, kadang membumbui dengan ramuan, dan kadang-kadang pula mengasapi perlahan memakai api. Terlepas dari cara yang dipakai, kami segera mulai mencium asap dan aroma di halaman bekakang kami. Saat tamu kami tiba, mereka berseru, “Bau harum apa ini? Apakah itu makanan malam kita? Kami bisa mencium baunya begitu kami sampai di rumah anda.” Harumnya sangat jelas! Dan kami sangat senang saat mereka menanyakannya setelah makan malam, “Bisakah kami memiliki resepnya? Kami ingin membuat untuk diri kami sendiri.”
Seperti tamu-tamu kami, ditarik oleh aroma barbekiu, orang tertarik kepada Allah oleh pesan kasih. Tindakan kita dimaksudkan untuk menyebarkan kabar baik tentang kasih ini di mana-mana.
Doa: Allah terkasih, beri kami pengetahuan, kebijaksanaan, dan keberanian untuk menjadi tangan dan kaki-Mu di bumi saat kami menyebarkan kabar baik tentang kasih-Mu untuk setiap kami. Amin.
Doa syafaat: Para penginjil.
Pokok pikiran: Apa yang sesamaku ketahui tentang kasih Tuhan melalui diriku?
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Jum’at; 11 Mei 2012
Saat Teduh Kamis, 10 Mei 2012
Pembacaan Alkitab: Lukas 17:11-19
Kesepuluh orang kusta
11 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
12 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
13 dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!"
14 Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.
15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
16 lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
17 Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?"
19 Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."
“TERIMA KASIH”
Lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.(Lukas 17:16)
RENUNGAN
Suatu malam aku membawa ibuku ke ruang gawat darurat karena menderita sakit kepala parah dan tekanan darah yang sangat tinggi. Seorang dokter memeriksanya, melihat catatan medisnya, dan memberi resep untuk menurunkan tekanan darahnya. Setelah perawat memberikan obat, kondisi ibu membaik. Saat dokter kembali untuk memeriksa dan memulangkannya, ibuku berkata, “Aku berterima kasih kepadamu karena telah membantuku malam ini.”
Dokter itu menjawab, “Ini untuk pertama kalinya ada yang berterima kasih, dan aku menghargai itu. Kebanyakan orang mengatakan, ‘Kapan aku bisa keluar dari sini?’”
Kejadian itu mengingatkanku pada kisah sepuluh orang kusta. Yesus menyuruh mereka untuk menunjukkan diri kepada para imam dan mereka akan sembuh. Semua disembuhkan, tetapi hanya satu yang kembali untuk berterima kasih kepada Yesus dan memuliakan Allah.
Sering, kita menyepelekan berkat kita. Kita terlalu sibuk atau tidak peduli untuk berterima kasih kepada Allah atau kepada orang lain atas semua yang mereka lakukan untuk kita. Mazmur 92:2 mengatakan “Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi”. Aku berterima kasih atas teladan yang ibu berikan. Aku ingin seperti ibu dan kesepuluh orang kusta yang benar-benar bersyukur dan meluangkan waktu untuk berterima kasih kepada Yesus karena telah menyembuhkan.
Doa: Terima kasih, Allah, karena selalu menjaga kami dan memberi kami semua yang baik dalam hidup kami. Amin.
[baca Yakobus 7:17 - Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.].
Doa syafaat: Staf ruang Unit Gawat Darurat.
Pokok pikiran: Luangkan waktu tiap hari untuk berterima kasih kepada Allah dan kepada orang yang membantu anda.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Kamis, 10 Mei 2012
Saat Teduh Rabu, 9 Mei 2012
Pembacaan Alkitab: Mazmur 8
Manusia hina sebagai makhluk mulia
1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud.
2 Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.
3 Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.
4 Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:
5 apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
6 Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
7 Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:
8 kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;
9 burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.
10 Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!
“MANUSIA SEUTUHNYA”
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1 Samuel 16:7)
RENUNGAN
Saat masih remaja, aku mulai jatuh cinta, tetapi aku khawatir, Apakah seorang pria mau menerima orang cacat sepertiku? Aku terus berdoa dan berharap untuk seseorang yang akan mencintaiku apa adanya, bahkan saat aku melewati usia 30 dan 40 tahun tanpa pernah ada tanda-tanda seorang pria akan menerima diriku. Keinginanku untuk menemukan seorang pangeran baik hati yang mempesona hanyalah mimpi.
Aku takut hidup sendiri seumur hidupku. Aku bertanya-tanya, Apakah Allah tidak ingin aku menikah sedangkan keinginan dalam diriku masih membara? Aku sudah mencoba untuk bersosialisasi dan menjadi percaya diri, berpikir bahwa aku sama seperti orang lain. Akhirnya, aku memahami dan menerima bahwa manusia melihat dan menilai orang lain dari penampilan dan sering tidak melihat orang seutuhnya.
Di mata manusia aku mungkin tidak berarti, namun Allah telah menciptakanku berharga dan unik. Aku berharga di mata Allah [bacaYesaya 43:4 - Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.]. Dengan menyadari hal ini, aku melakukan kegiatan harianku dengan sukacita dan memiliki iman terhadap janji Allah bahwa segala sesuatu indah pada waktunya [baca Pengkhotbah 3:11 - Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.]. Kini aku yakin bahwa walaupun nantinya aku akan menikah atau tidak, aku akan selalu melayani dan memuliakan Allah dalam segala hal yang kulakukan.
Doa: Walaupun bagi mata manusia kami mungkin kurang berharga, kami tahu, Tuhan, bahwa di mata-Mu kami berharga. Terima kasih karena Engkau telah menciptakan dan memberkati kami. Amin.
Doa syafaat: Mereka yang membutuhkan khusus.
Pokok pikiran: Apa pun kondisi kita, Allah mengasihi kita.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Rabu, 9 Mei 2012
Saat Teduh Senin, 7 Mei 2012
Pembacaan Alkitab: Mazmur 146:5-10
5 Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya:
6 Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya,
7 yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung,
8 TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar.
9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.
10 TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! Haleluya!
“HARAPAN YANG TERTUNDA?”
Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan. (Amsal 13:12)
RENUNGAN
Hatiku seharusnya dipenuhi antisipasi, tetapi aku telah diliputi kecemasan saat duduk menunggu USG. Ketakutan memenuhiku selama kehamilan kedua ini. Baru sembilan bulan sebelumnya, USG menunjukkan bahwa jantung janin berusia 13 bulan pada kehamilan pertamaku tidak berdetak.
Suamiku dan aku orang Kristen, tetapi kehilangan yang kami alami sebelumnya memperkuat kebenaran bahwa iman tidak menjamin hasil yang sesuai keinginan. Kami belum mampu membeli keperluan bayi, mendiskusikan nama, atau bahkan memberi tahu orang bahwa aku mengandung. Saat USG kali ini menunjukkan detak jantung janin yang kuat, kami seharusnya lega. Sebaliknya entah bagaimana ini membuat kami lebih banyak kehilangan. Akhirnya, aku melahirkan bayi laki-laki sehat, tetapi aku kehilangan masa-masa sukacita saat kehamilan dan kedamaian yang hanya dapat disediakan Allah.
Masalah harapan yang tertunda sampai situasi stabil adalah situasi yang tak akan pernah stabil. Harapan terhadap hal lain kecuali Allah membuat pengharapan kita tergantung pada keadaan. Namun, menggantungkan harapan kita kepada Allah berarti kita menemukan sukacita bahkan dalam situasi yang seharusnya tanpa sukacita.
Doa: Bapa Surgawi, ajar kami berharap terlepas apa pun situasi kami. Kiranya harapan kami bisa menyebar, dan semoga kami selalu diingatkan bahwa harapan yang sejati kami hanya ditemukan di dalam Engkau. Amin.
Doa syafaat: Keluarga yang menghadapi masalah kehamilan.
Pokok pikiran: Harapan Kristen didasarkan pada Allah, tidak pada keadaan atau emosi.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Senin, 7 Mei 2012
Saat Teduh Selasa, 8 Mei 2012
Pembacaan Alkitab: Roma 8:15-31
15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Pengharapan anak-anak Allah
18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.
20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya,
21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.
22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.
23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.
24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?
25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.
26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.
Keyakinan iman
31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
“PERSPEKTIF”
Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. (Roma 8:18)
RENUNGAN
Keriput di wajah kakek buyutku makin tampak saat ia terkekeh. Matanya yang biru membersitkan rasa humor seorang bocah yang nakal. Hidup hampir 100 tahun, melalui tragedi pribadi dan bencana bersejarah, telah membentuk perspektif kakek buyutku.
Ia mendengarkan curahan rasa frustrasiku sambil sesekali mengangguk. Respons kakek buyutku mencerminkan kelembutan yang datang sejalan dengan usia, “Ya….” menandakan tiba gilirannya untuk berbicara. Ia berhenti untuk menyelesaikan pikirannya sebelum menuangkannya dalam kata-kata. Kekhawatiranku saat itu akan cepat berlalu, katanya meyakinkanku. Ia tidak meremehkan kekhawatiranku, ia hanya memiliki perspektif yang berbeda. Kebijaksanaan dan ketenangan pikirannya muncul karena selalu mendapati bahwa Allah itu setia.
Perspektif Pencipta kita muncul lebih jauh dari kakek buyutku itu. Tidak mulai pada 1913; pesspektif Allah selalu ada; hal itu kekal. Dia tidak meremehkan pergumulan kita, tetapi melihatnya dalam terang kekekalan. Allah tidak mengurangi rasi sakit kita, tetapi melihat dalam terang kemuliaan kekal. Saat kita tidak dapat mengerti mengapa Allah tidak berkerja seperti yang kita minta, Alkitab mendorong kita untuk percaya.
Doa: Terima kasih Bapa, karena Engkau tidak dibatasi oleh perpektif manusia. Ingatkan kami atas kebijaksanaan dan kasih-Mu, dan perdalam kepercayaan kami terhadap-Mu. Amin.
Doa syafaat: Para pembimbing rohani kita.
Pokok pikiran: Saat kita percaya perpektif Allah, kita dapat mengalami damai-Nya.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Selasa, 8 Mei 2012
Saat Teduh Sabtu, 5 Mei 2012
Pembacaan Alkitab: Matius 6:25-34
Hal kekuatiran
25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
“MEMBERI MAKAN BURUNG”
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)
RENUNGAN
Tiap pagi, bagaimana pun cuacanya di luar, berbagai jenis burung datang dan menunggu kami membuang remah roti ke halaman. Segala macam burung datang – pipit kecil biasa; Lourie abu-abu yang angkuh (Corythaixoides concolor), barbett berjambal warna-warni (Trachyphonos vaillant); dan tentu saja banyak merpati serta burung dara. Burung-burung ini tahu kami akan memberi mereka makanan, dan segera mereka hinggap serta menikmatinya.
Pencipta kita lebih bermurah hati daripada kita. Yesus memberi tahu kita agar tidak khawatir akan makanan dan pakaian; Allah akan memberi kita makan, dan pakaian lebih indah dari bunga bakung di padang.
Selama masa yang agak sulit beberapa waktu lalu, aku sangat khawatir bagaimana kami akan mengatasi masalah financial – sampai aku membaca bagian Matius 6 lebih mendalam. Benar, aku memiliki iman yang lemah! Beberapa kali aku membutuhkan Allah untuk mengingatkanku bahwa apa yang kita butuhkan akan diberikan? Melalui iman, doa, dan berkembangnya kepercayaan, aku berpaling kepada Allah dan berfokus pada apa yang penting – untuk taat dan melakukan kehendak Allah. Beban dan rasa takutku terangkat, dan Allah menyediakan bagi kami dengan berlimpah.
Doa: Tuhan yang berbelas kasih, tolong kami melihat tangan-Mu bekerja dalam hidup kami. Ajar kami mempercayai kasih-Mu dan penyertaan-Mu dari hari ke hari. Dalam nama Yesus, kami berdoa. Amin.
Doa syafaat: Mereka yang lapar.
Pokok pikiran: Bagaimana Allah menyediakan bagi kita secara fisik. rohani, dan emosional.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Sabtu, 5 Mei 2013
Saat Teduh Jum’at, 4 Mei 2012
Pembacaan Alkitab: 1 Yohanes 4:7-16
Allah adalah kasih
7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
12 Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.
14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.
15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.
16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
“SURAT CINTA”
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)
RENUNGAN
Suamiku meninggal sembilan tahun lalu. Baru-baru ini, aku menemukan surat yang ditulisnya untukku saat kami pacaran hampir 60 tahun yang lalu. Saat melihat tulisan tangannya yang sulit dibaca dan sangat kukenal, aku tersenyum, mengingat kegembiraan yang kurasakan saat surat itu tiba. Saat membaca surat itu, aku merasakan kembali sukacitaku mengetahui ia mencintaiku. Melalui tahun-tahun pernikahan kami, ia menunjukkan cintanya melalui banyak cara. Aku bersyukur kepada Allah karena menganugerahkanku cinta seorang pria yang baik.
Alkitab berisi surat cinta Allah – bukan surat cinta romantis, tentu saja, melainkan kasih yang mendalam, kuat dan mantap. Dalam Kitab Suci, kita membaca tentang kasih dan rakhmat Allah, pertama bagi orang Ibrani, yang menyediakan kebutuhan fisik dan perkembangan rohani. Kasih Allah yang terbesar datang melalui Yesus Kristus. Melalui kehidupan, ajaran, kematian, dan kebangkitan Yesus, kasih Allah nyata dan kita kasihi dengan mendalam. Kita dipenuhi sukucita saat memuji Allah dan bersyukur atas kasih abadinya.
Surat suamiku kembali masuk kotak untuk disimpan. Namun, Alkitabku selalu di dekatku sehingga saat membacanya tiap hari, aku menerima jaminan kasih Allah.
Doa:
Terima kasih Tuhan, untuk surat cinta-Mu di dalam Alkitab, dan atas kemurahan kasih-Mu yang ditunjukkan dalam Yesus, Juruselamat kami. Amin.
Doa syafaat:
Para janda dan duda.
Pokok pikiran:
Carilah cara-cara yang Allah pakai demi menunjukkan kasih kepada anda dan temukan cara untuk menunjukkan kasih-Nya kepada orang yang di dekat anda.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Jum’at, 4 Mei 2012
Saat Teduh Senin, 30 April 2012
Pembacaan Alkitab: Yohanes 14:1-7
Rumah Bapa
1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.
4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
5 Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."
“PETA MENUJU YESUS”
Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. (2 Korintus 5:20)
RENUNGAN
Aku bekerja di daerah pedesaan Tennessee. Tanggung jawab pekerjaanku banyak, tetapi yang paling menarik adalah membuat peta. Peta-peta yang kuhasilkan bervariasi dari yang sederhana hingga rumit.
Namun, unsur apa pun yang aku masukkan ke dalam peta, tanpa data yang akurat, itu semua pada dasarnya, tak berguna. Tanpa label yang tepat, orientasi, dan skala, peta Pegunungan Smokey mungkin akan terlihat seperti peta Pegunungan Swiss. Dan tanpa legenda yang tepat dan referensi tanda, peta jalur bersepeda malah dapat mengcaukan arah pengguna tersebut ke tengah sungai.
Hal serupa terjadi dalam kehidupan kita. Kita seperti peta hidup yang memimpin orang lain kepada Kristus. Untuk itu, peta kita harus mencakup cinta, kebaikan, kelembutan, dan kemurahan hati. Itu semua harus diorientasikan sedemikian rupa sehingga bisa mengarahkan para penggunanya ke surga; dan tidak kearah dunia. Dan peta itu harus bisa dinikmati oleh semua anak Allah, bukan hanya beberapa kelompok pilihan yang dengannya kita merasa paling nyaman.
Aku ingin mengizinkan Tuhan membentuk hidupku sehingga itu bisa memandu orang lain kepada Kristus.
Doa: Tuhan, tolonglah kami agar kami bisa menjadi peta yang mengarahkan orang lain kepada-Mu. Amin.
Doa syafaat: Para pembuat peta.
Pokok pikiran: Mungkin kita adalah satu-satunya peta kepada Kristus yang bisa dilihat beberapa orang.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Senin, 30 April 2012
Saat Teduh Jum’at, 27 April 2012
Pembacaan Alkitab: Kolose 1:1-14
Salam
1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh kehendak Allah, dan Timotius saudara kita,
2 kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu.
Ucapan syukur dan doa
3 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu,
4 karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,
5 oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil,
6 yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya.
7 Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia.
8 Dialah juga yang telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh.
9 Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,
10 sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,
11 dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,
12 dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.
13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;
14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
“RASA MANIS”
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
RENUNGAN
Sebagian kami yang baru saja berpartisipasi dalam perayaan Shavu'ot (Hari Raya Tujuh Minggu) di sinagoge mesianis diundang untuk tetap tinggal dan makan sesudahnya. Wanita ramah di sampingku menjelaskan, “Kami merayakan Shavu’ot tujuh minggu setelah Paskah dengan makan makanan dari olahan susu karena mengingatkan kami bahwa “susu” firman Allah telah memelihara kami.” Shavu’ot adalah perayaan tahunan buah sulung yang dipersembahkan kepada Allah.
Saat aku menggigit makanan penutup, rasa manis dari krim keju memenuhi mulutku. Hatiku dihangatkan secara lembut saat kami berbicara tentang Yesus memberikan hidup-Nya di kayu salib. Anak domba yang tidak bercela, mati demi keselamatanku. Dia membayar harga yang tidak bisa aku bayar.
Sekali lagi, aku menikmati kue keju perayaan. Aku berpikir tentang rasa manis yang Yesus bawa kepada Allah ketika Dia rela menjadi Jalan bagi kita. Dan saat kita menyerahkan diri dalam pekerjaan Roh Kudus yang membentuk kita menjadi gambar Kristus, kita juga bisa menjadi rasa yang manis bagi Allah.
Doa: Bapa di surga, ubahlah kami hari demi hari untuk menjadi seperti Kristus. Amin.
Doa syafaat: Mereka yang tidak mengikut Kristus.
Pokok pikiran: Mengizinkan Kristus untuk hidup di dalam kita adalah permohonan sehari-hari kepada Allah.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Jum’at, 27 April 2012
Saat Teduh Kamis, 26 April 2012
Pembacaan Alkitab: Yohanes 14:15-27
Yesus menjanjikan Penghibur
15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.
19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup.
20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
22 Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?"
23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.
25 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;
26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
“KEKUATAN KITA”
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yohanes 14:27)
RENUNGAN
Saat menjelang remaja, aku harus menjalani operasi kecil. Malam sebelum operasi, aku takut dan tidak bisa tidur. Ketika ayahku mengunjungiku di rumah sakit keesokan harinya, aku mulai menangis. Namun ia menghiburku, memberiku sebuah Alkitab, dan meminta untuk membaca Yohanes pasal 14.
Yesus mengucapkan kata-kata ini kepada murid-murid pada malam saat mengalami pencobaan dan penganiayaan, mereka teringat kata-kata yang menenangkan itu dan kemudian berani serta kuat dalam iman mereka [baca Kisah Para Rasul 4:13-22].
Saat aku membacanya, kedamaian memenuhi hatiku, rasa takutku hilang. Aku menyadari bahwa Allah bersamaku. Aku bisa mepercayakan operasi ini ke dalam tangan-Nya, dan percaya diri aku masuk ke ruang operasi. Proses berjalan dengan baik, dan aku pulih sepenuhnya, sampai hari ini, Yohanes 14 adalah favoritku. Dalam setiap situasi hidup yang sulit, aku menemukan kedamaian dan kekuatan dalam kata-kata Yesus.
Doa: Terima kasih, Tuhan, untuk menjanjikan kami damai-Mu. Kiranya itu member kami keberanian dalam setiap pencobaan dan iman untuk hidup percaya diri ketika kami berdoa, “Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.” Amin.
Doa syafaat: Mereka yang menjalani operasi.
Pokok pikiran: Alkitab memberikan kita kekuatan dalam tiap situasi.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Kamis, 26 April 2012
Saat Teduh Rabu, 25 April 2012
Pembacaan Alkitab: Markus 12:28-34
Hukum yang terutama
28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"
29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.
“KASIH KE DALAM & KE LUAR”
Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN. (Imamat 19:18)
RENUNGAN
Kutipan di atas yang diulang dalam Matius, Markus, Lukas, Roma, Galatia dan Yakobus menunjukkan betapa pentingnya ayat ini. Namun, kita sering tidak memahaminya bahwa tanpa cinta, diri kita tidak bisa mengasihi sesama. Aku menyadari saat ini aku mulai membenci melakukan sesuatu bagi para kerabat yang berusia lanjut. Aku mulai merasa tidak mempunyai waktu untuk diriku sendiri. Aku lelah dan marah. Aku harus menemukan apa artinya mencintai diriku. Bagiku, itu merupakan sejumlah tindakan sederhana penuh kasih merawat diriku sendiri sehingga aku bisa merawat orang lain. Aku harus belajar untuk mengatakan tidak tanpa merasa bersalah ketika intuisiku mengatakannya. Ketika hidup begitu sibuk, aku mengingatkan diriku untuk makan makanan yang seimbang, beristirahat, tertawa dan berolah raga; menyedihkan waktu untuk pembaruan diri – berjalan, berolah raga, membaca, atau bercakap-cakap dengan seorang teman dekat.
Cara-cara sederhana tentang mempedulikan diriku sendiri menjadi cara yang penting untuk memperbaharui semangatku terhadap kehidupan. Ketika aku melakukannya, hidupku seperti gudang spiritualitas yang penuh, aku memiliki sumber daya untuk merawat orang lain.
Doa: Tuhan, tolong kami merawat tubuh dan roh kami dengan penuh kasih, sehingga kami dapat menujukkan kasih sayang kepada mereka yang Engkau kirimkan kepada kami. Amin.
Doa syafaat: Pemberi perhatian yang kelelahan.
Pokok pikiran: Dasar dan mengasihi adalah mengsasihi Allah dan diri sendiri.
Dikutip dari:
Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Rabu, 25 April 2012


JUARA 2 OLYMPIADE IPA BIOLOGI SE-BATAM
Patut dibanggakan karena membuka Wahana tahun Baru 2012 ,salah satu siswa terbaik SMP Kristen immanuel Batam mendapat Predikat Juara 2 Olympiade Biologi Tingkat Kota Batam baru-baru ini. Prestasi tersebut diraih oleh siswa Kelas IX – 1 Leony Saondang Panjaitan.
Semoga Prestasi yang lain akan semakin muncul pada tahun ini.
Saat Teduh Rabu, 11 April 2012
Pembacaan Alkitab: Lukas 7:36-50
Yesus diurapi oleh perempuan berdosa
“DI BAWAH PERMUKAAN”
Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk melihat kedalaman yang tersembunyi dan keberhargaan orang lain yang kami jumpa tiap hari. Amin.
Pokok pikiran: Yesus menghargai setiap orang yang Dia jumpai; begitu juga aku.
Rabu, 21 Maret 2012
Rabu, 7 Maret 2012
S enin, 27 Februari 2012
Jum’at, 10 Februari 2012
Saat TeduhSenin, 6 Februari 2012 Pembacaan Alkitab: Matius 10:29-31 29Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. 30Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. 31Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. “PENTING” Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku. (Yesaya 49:16) RENUNGAN Bertahun-tahun, aku dan istriku merencanakan perjalanan impian ke Pasific Northwest setelah kami pension mengajar. Pada Juni 2006, mimpi itu menjadi nyata. Di atas tebing yang menghadap Pantai Oregon yang megah dan Samudra Pasifik, kami berdiri terdiam. Kami merasa kecil dibandingkan dengan keindahan pantai, air biru jernih yang memecah di tebing berbatu yang alasnya hijau, laut membentang luas ke cakrawala, dan keagungan tangan Yang Mahakuasa dalam menciptakan pemandangan di hadapan kami. Istriku, Augusta, berkomentar, “Kau tahu, kita hanyalah titik kecil di bumi ini.” Saat kami melanjutkan perjalanan menyusuri Pantai Oregon, aku memikirkan komentar istriku. Terlintas di benakku Yohanes 3:16 - “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Kita mungkin hanyalah sebuah titik yang tidak berarti, tetapi Allah sangat mengasihi kita hingga mengutus Anak-Nya untuk mati bagi kita. Sejak pencerahan itu, kapan pun aku merasa tersesat, bermasalah, atau kehilangan harapan – saat merasa seperti titik yang tidak berarti – aku akan mengingat siapa yang mencitakan dan mencintaiku. Kita diukir di talapak tangan Allah, dan tidak ada tempat yang lebih baik selain di sana. Doa: Sang Pencipta, saat aku merasa kecil dan tidak berarti, bantu aku mengingat bahwa Engkau mencintaiku sehingga Engkau mengutus Anak-Mu yang tunggal untuk menebusku. Berkati aku hari ini untuk menikmati hasil karyaMu. Amin. Doa syafaat: Untuk mengingatkan kasih Allah kepada kita. Pokok pikiran: Salib adalah gambaran tentang sejauh mana Allah menebus kita. Dikutip dari: Saat Teduh – BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia Senin, 6 Februari 2012
Saat Teduh
Jumat, 03 February 2012
Kamis, 02 Februari 2012
More Articles...
Page 1 of 14
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>





